Gelombang Tinggi, Nelayan Pamekasan Tidak Melaut Selama 2 Pekan
Redaksi - Wednesday, 14 January 2026 | 07:37 AM


salsabilafm.com - Gelombang tinggi mengakibatkan ratusan nelayan di wilayah pantai utara Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tidak bisa melaut sejak 2 pekan terakhir, Rabu (14/1/2026). Ratusan perahu yang tidak melaut meliputi nelayan di Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar. Mereka memilih tidak melaut demi keselamatan.
Zainal Efendi (48) warga Desa Sotabar menyampaikan, nelayan sudah tidak bisa melaut sejak hari Jumat (2/1/2026) lalu. Penyebabnya, gelombang tinggi masih berlangsung hingga hari ini.
"Sampai hari ini tidak ada nelayan yang berani bekerja. Gelombangnya tinggi sekitar 2 meter lebih dan bisa merusak perahu," kata Zainal.
Dia mengatakan, gelombang tinggi berdampak pada perekonomian nelayan. Sebab, selama 2 pekan tidak bisa mencari nafkah. "Kami berharap cuaca buruk segera selesai. Meski kami menghitung ombak besar akan kembali normal minggu depan," katanya.
Dikatakan, untuk nelayan di Desa Sotabar, Batu Kerbuy dan Desa Tlontoraja kompak tidak ada yang melaut. Nelayan setempat trauma dengan beberapa kejadian sejak tahun 2024 dan tahun 2025.
Menurutnya, beberapa kejadian perahu terbalik hingga ada korban jiwa menjadi pertimbangan bagi nelayan.Sehingga saat cuaca buruk memilih untuk tidak melaut.
"Sudah 10 hari lebih kami tidak bisa kerja. Hanya bisa memperbaiki perahu. Untuk pendapatan sudah tidak ada," tutur Zainal.
Hal senada disampaikan Mohammad Amin (50), nelayan Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar. Menurut dia, ombak lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
"Di sini juga tidak ada nelayan yang melaut. Memancing pun tidak bisa. Karena ombak naik ke bibir pantai cukup tinggi," katanya.
Dia berharap cuaca buruk segera selesai. Sehingga bisa mencari nafkah kembali.
"Pendapatan kami hanya melaut dari dulu. Saat cuaca buruk kami hanya berharap segera kembali normal," ucapnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pamekasan Achmad Zainullah mengimbau agar nelayan hati-hati dan tidak melaut selama gelombang tinggi.
"Kami sudah melakukan himbauan secara berkala. Nelayan untuk tidak melaut selama gelombang masih tinggi demi keselamatan," kata Zainullah.
Sesuai prediksi BMKG, gelombang tinggi akan berakhir minggu ini. Namun pihaknya masih menunggu pemberitahuan BMKG berikutnya.
"Untuk minggu ini masih berawan, hujan dan angin. Warga juga tetap waspada dari angin kencang dan bencana lainnya," pungkasnya. (*)
Next News

Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Robatal Sampang, 2 Pelaku Ditangkap
18 hours ago

Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN, Dalami Kasus Korupsi Program MBG
21 hours ago

Pertalite Dipangkas, Warga Sumenep Antre BBM hingga 5 Jam
21 hours ago

Lapas dan Rutan di Madura Bedah Rumah Warga Miskin
21 hours ago

Polisi Bongkar Jaringan Sabu Bangkalan-Surabaya, 4 Orang Ditangkap
21 hours ago

AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
21 hours ago

Pemancing Asal Raas Sumenep Ditemukan Meninggal Tersangkut Karang
a day ago

Payung Alun-Alun Trunojoyo Sampang Sering Rusak, Anggaran Perawatan Rp61 Juta
a day ago

Penjaringan Siswa SR di Sampang: SD Belum Terpenuhi, SMP dan SMA Kelebihan Pendaftar
a day ago

Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang Dimulai, PC Ketapang II Ltd Siap Tambah Pasokan Energi Nasional
20 hours ago




