Gedung Baru RSUD Smart Pamekasan Mangkrak, Ini Kata Bupati Kholilurrahman
Redaksi - Monday, 01 June 2026 | 06:49 AM


salsabilafm.com — Pembangunan gedung tiga lantai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, Jawa Timur, hingga kini belum selesai dan terhenti setelah kontrak pekerjaan diputus.
Pantauan di lokasi, Senin (1/6/2026), bangunan baru tersebut baru rampung pada bagian dinding dan atap. Pekerjaan tahap kedua yang dilaksanakan pada akhir 2025 tidak dapat diselesaikan hingga batas waktu yang ditentukan.
Gedung tiga lantai itu dianggarkan sebesar Rp8 miliar dan dikerjakan oleh CV Mutiara Katiga dengan nilai kontrak sekitar Rp7 miliar. Pembangunan dihentikan setelah masa pekerjaan selama 150 hari berakhir dan kontrak diputus. Hingga kini, kelanjutan proyek tersebut masih belum dipastikan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, aparat penegak hukum telah mendatangi lokasi proyek. Namun, dia menegaskan pihak yang melakukan pengecekan bukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melainkan dari kejaksaan.
"Yang datang ke sana bukan KPK tapi kejaksaan. Sampai saat ini saya tidak tahu perkembangannya," kata Kholilurrahman.
Menurut dia, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Smart terkait perkembangan proyek tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenai temuan signifikan dalam proses pemeriksaan.
Sementara, Staf Khusus Bupati Pamekasan, Wahyudi, mengatakan, penghentian pembangunan terjadi karena pekerjaan melewati tahun anggaran dan berujung pada pemutusan kontrak.
"Pembangunan berhenti karena adanya pekerjaan lewat tahun dan putus kontrak," ujarnya.
Menurut Wahyudi, Dewan Pengawas RSUD Smart telah merekomendasikan agar manajemen rumah sakit meminta pendampingan kepada inspektorat, terutama terkait mekanisme penganggaran untuk melanjutkan proyek tersebut
"Rekomendasi dewan pengawas meminta RSUD untuk berkoordinasi apakah akan dilelang atau penunjukan," kata Wahyudi.
Dikatakannya, pembangunan gedung tiga lantai tersebut perlu dilanjutkan karena dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Wahyudi menambahkan, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap klarifikasi dan pengumpulan bahan keterangan oleh kejaksaan. "Saat ini pembangunan ini masih klarifikasi dan pulbaket di kejaksaan," katanya.
Pembangunan gedung tiga lantai RSUD Smart telah dimulai sejak 2024 dengan pagu anggaran Rp12,7 miliar yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Pada tahap pertama tahun 2024, proyek dikerjakan oleh CV Birza Utama dengan nilai kontrak Rp5,6 miliar.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada 2025 dengan anggaran Rp8 miliar dan dikerjakan oleh CV Mutiara Katiga sebelum akhirnya terhenti akibat pemutusan kontrak. (*)
Next News

PMI Asal Sampang Diduga Disiksa di Libya, Disnaker Teruskan Kasus ke Kemenlu dan BP2MI
16 hours ago

Kecelakaan Maut Pikap Vs Truk di Bangkalan, 1 Orang Tewas Terjepit
16 hours ago

Pemkab Bangkalan Siapkan 3.500 Hektare Lahan untuk Pembangunan Kawasan Industri
16 hours ago

Truk Tabrak Pohon di Bangkalan, Kaki Kernet Patah
16 hours ago

Pemkab Sumenep Mutasi dan Promosi 129 PNS dan PPPK
16 hours ago

Meluas, Kekeringan Kritis di Sampang Bertambah Jadi 81 Desa
16 hours ago

Kebakaran di Bangka Selatan, 305 Rumah dan 1.800 Jiwa Terdampak
10 hours ago

Viral Perundungan di Asrama, Telkom University DO Dua Mahasiswa
10 hours ago

Penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti Diangkat Jadi Kapolres Bangkalan
2 days ago

Begini Penjelasan Polisi Soal Perusakan Indomaret di Pamekasan
2 days ago




