Evaluasi RPJMD Sampang 2019-2024: IPM Meningkat, Kemiskinan Ekstrim Masih Jadi Tantangan
Ach. Mukrim - Sunday, 11 May 2025 | 03:42 PM


salsabilafm.com – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menyatakan capaian indikator kinerja utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2024 Pemkab Sampang sudah bagus.
Kepala Bappelitbangda Sampang, Umi Hanik Laila mengatakan, capaian pelaksanaan RPJMD 5 tahun di periode pertama Bupati Sampang Slamet Junaidi sudah baik. Hal itu dapat dilihat dari berbagai indikator yang ada. Yakni, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 bertengger di angka 64,75 menjadi 66,72 pada tahun 2024. Artinya IPM Sampang sudah berada di posisi menengah.
"Angka ini belum tinggi, dan masih menjadi tantangan kita kedepan. Untuk 5 tahun kedepan kita berharap Sampang sudah berada dicapaian yang tinggi," katannya.
Sementara penduduk miskin di Sampang tahun 2024 masih cukup tinggi, yakni 20,83 persen. Meskipun angka tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 2023 yang berada di angka 21,76. Indeks kemiskinan reguler Sampang 20,83 itu masih menjadi yang tertinggi dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Sedangkan kalau untuk kemiskinan ekstrim masih berada di angka 0,88.
"Dimana nanti program pemerintah kemiskinan ekstrim ini sudah harus tuntas pada tahun 2026," tuturnya.
Selanjutnya, Indeks Pertumbuhan Ekonomi Sampang pada tahun 2024 berada di 3,23 persen. Indeks Gini yang digunakan untuk mengukur ketimpangan pendapatan, 0,233. Indeks Gini tersebut masih tergolong baik, karena tidak ada ketimpangan yang sangat signifikan dari seluruh wilayah di Kabupaten Sampang.
"Indeks pelayanan kepuasan layanan infrastruktur, ini juga kita survei setiap tahunnya untuk melihat persepsi masyarakat terhadap pembangunan yang kita laksanakan. Dari hasil survei tahun 2024, kita berada diangka 7,05," ujarnya.
Kemudian indeks risiko bencana yang digunakan untuk mengukur potensi bencana dan kesiapan daerah, menurut Hanik indeks tersebut berada di 90,09. Artinya masih di bawah 100 ketahanan daerah atau kesiapan daerah untuk menghadapi bencana ini lebih tinggi dari potensi bencana yang ada.
Lebih lanjut, Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) mulai mengalami peningkatan dari 63,15 pada tahun 2023, menjadi 77,13 pada tahun 2024. dari capaian tersebut sudah bisa dikatakan berada di angka Percaya Diri (PD). Karena menunjukkan reformasi birokrasi yang selama ini dilaksanakan oleh Bupati Sampang sudah menunjukkan hasil yang baik.
"Indeks toleransi adalah indeks yang mengukur harmonisasi masyarakat dalam semua perbedaan. Baik dalam agama, budaya dan sebagainya, kita ada di angka 3,80 dari skala 5 indeks toleransi," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Fasilitasi Bazar Takjil Ramadan, MUI Sampang Dorong UMKM Bersertifikat Halal
14 hours ago

Alih Fungsi Lahan Meningkat, DPRD Sampang Siapkan Payung Hukum Perlindungan Pertanian
14 hours ago

464 SD di Sampang Rusak, Hanya 138 Sekolah yang Diusulkan Revitalisasi
14 hours ago

NU dan Muhammadiyah Pamekasan Kompak Serukan Damai Terkait Perbedaan Ramadan
14 hours ago

Ramadan 2026, Penggunaan Toa Masjid dan Mushala di Sumenep Dibatasi Sampai Jam 10 Malam
14 hours ago

Tempat Hiburan di Sumenep Wajib Tutup Selama Ramadan, Bupati: Hormati yang Sedang Berpuasa
18 hours ago

Kasus Narkoba di Camplong Naik Tahap P21, Polisi Pastikan Tak Ada Pengurangan BB
18 hours ago

Soal Rencana Lapor PKBM Fiktif ke Polda Jatim, Mahfud: Beri Kesempatan Dinas Berbenah
18 hours ago

Terkait Kalender Akademik Saat Ramadan, Cabdin Sampang: Tidak Ada Pengurangan Jam Pelajaran
19 hours ago

Aliansi Mahasiswa Sampang Datangi Kantor Kemenag, Klarifikasi Dugaan Pungli Perpanjangan Izin Madrasah
a day ago





