NU dan Muhammadiyah Pamekasan Kompak Serukan Damai Terkait Perbedaan Ramadan
Redaksi - Friday, 20 February 2026 | 06:07 AM


salsabilafm.com - Tekait perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriyah, warga Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Kabupaten Pamekasan, diminta saling menghargai dan damai.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH Muchlis Nasir, mengatakan, perbedaan penentuan awal ramadan jangan sampai menjadi perpecahan antar umat beragama.
"Jangan sampai hal ini menjadi perpecahan apalagi menyalahkan satu sama lain," katanya, Kamis (19/2/2026).
Dia menegaskan, perbedaan pendapat adalah bentuk dinamika hasanah keilmuan dalam fiqih Islam. Sehingga, pihaknya berharap umat NU dan umat Muhammadiyah tetap berdamai.
Menurut dia, selama ini hubungan warga NU dan warga Muhammadiyah terjalin dengan baik. Sebabnya, dia berharap perbedaan yang terjadi harus disikapi dengan keilmuan.
"Yang memulai puasa hari Rabu ya silahkan. Yang memulai puasa hari kamis ya silahkan. Kita memiliki dasar yang sama-sama bisa dipertanggung jawabkan," ujarnya.
Kiai Muchlis menjelaskan, NU menggunakan rukyatul hilal dan Istikmal. Bahkan, menurut dia, NU juga melakukan hisab tapi melalui rukyatul hilal dengan standar yang berbeda.
"Ini adalah hal yang biasa. Sekali lagi jangan menjadi penyebab perpecahan," katanya
Sementara, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pamekasan, Azis Ashari, juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengimbau agar warga Muhammadiyah menghargai perbedaan soal penentuan awal ramadan.
"Kita bersama NU sudah bersepakat untuk tetap saling menjaga hubungan baik. Jangan sampai perbedaan ini menjadi perpecahan di kalangan masyarakat," ujarnya.
Dia menyampaikan, penentuan awal ramadan adalah pilihan sesuai keyakinan masing-masing. Tetapi, tujuannya tetap sama yakni beribadah.
Atas dasar itu, Azis berharap tidak lagi ada perdebatan antar warga Muhammadiyah dan NU tentang perbedaan awal puasa Ramadan.
"Saya sudah bertemu dengan Ketua PCNU dan kami sepakat untuk terus membangun hubungan baik," katanya.
Menurut dia, saling menghargai perbedaan sangat penting. Tidak hanya pada penentuan awal Ramadan, bahkan sampai penentuan Idul Fitri pun tetap harus rukun.
Untuk diketahui, warga Muhammadiyah sudah mulai puasa pertama pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara warga Nadhlatul Ulama di Pamekasan memulai puasa ramadan pada hari Kamis, 19 Februari 2026. (*)
Next News

Bupati Lantik Faisol Ansori sebagai Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
in 6 hours

Tongkat Komando Berganti, Wahyu Hidayat Jabat Kapolres Pamekasan
in 6 hours

6 Kepala OPD di Pamekasan Dilantik
a day ago

Kapal Tenggelam Dihantam Ombak Besar di Perairan Bangkalan, 8 ABK Selamat
a day ago

Puluhan Tahun Tak Direvitalisasi, Gedung SD di Bangkalan Ambruk
a day ago

53 Siswa Sekolah Rakyat Sumenep Ikuti Pembelajaran di Sampang
a day ago

Kader Gerindra Sampang: Label Londo Ireng Bukan untuk Mendiskreditkan Semua Jurnalis
a day ago

Jurnalis Sampang Pakai Topeng Prabowo-Teddy hingga Baju Terbalik dalam Aksi Protes 'Londo Ireng'
a day ago

Peringati Hari Mangrove Sedunia, Pertamina Patra Niaga Sukseskan Festival Mangrove Jatim ke-10 di Tuban
a day ago

Jurnalis Sampang Demo Tolak Sebutan 'Londo Ireng', Desak Prabowo Minta Maaf
a day ago





