Endang Sri Mulyani: Pameran KPS Harus Jadi Momentum Teruskan Mimpi Kiai Sholahur Rabbani
Ach. Mukrim - Sunday, 28 December 2025 | 07:22 AM


salsabilafm.com - Gelaran pameran seni rupa bertajuk "Titik Balik Tujuh: Waspada" yang diinisiasi Komunitas Perupa Sampang (KPS) Perpustakaan Daerah (Perpusda) setempat, Sabtu (27/12/2025) menghadirkan suasana emosional. Dukungan penuh mengalir dari pemerhati seni sekaligus Pimpinan Yayasan Al-Muawanah Sampang, Nyai Dra. Endang Sri Mulyani.
Istri almarhum KH. Sholahur Rabbani, pendiri KPS ini, melihat pameran tersebut sebagai momentum penting untuk membawa perubahan positif dan menyatukan visi para seniman lokal. Menurutnya, penggunaan nama "Waspada" dalam kilas titik balik tujuh tahun KPS harus menjadi pemicu bagi para seniman untuk menciptakan karya yang lebih berkualitas.
"Pameran ini adalah kilas titik balik yang kita pakai nama 'Waspada'. Harapannya membawa perubahan bagi terciptanya karya-karya yang lebih baik dan memotivasi generasi penerus," katanya.
Endang menegaskan, seni rupa di Sampang harus mulai naik kelas. Baginya, karya perupa lokal tidak boleh sekadar menjadi pajangan, melainkan harus menjadi barometer bagi lahirnya bibit-bibit seniman yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mendorong agar frekuensi pameran ditingkatkan. Menurutnya, pameran tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan yang bersifat seremonial, melainkan harus digelar secara berkala sebagai ruang uji coba bagi perkembangan kreativitas seniman.
Endang juga memberikan catatan kritis mengenai soliditas internal komunitas. Dia menekankan, persatuan adalah kunci utama agar ekosistem seni di Sampang tetap hidup dan tidak terfragmentasi oleh ego masing-masing.
"Akan jauh lebih baik jika teman-teman seniman berada dalam satu naungan. Seringkali karena perbedaan pendapat, mereka akhirnya berjalan sendiri-sendiri dan terpecah," ungkapnya.
Dia mengingat masa kepemimpinan almarhum suaminya, di mana saat itu para seniman dari berbagai disiplin baik dari seni rupa, seni musik, teater, dan lain-lain bersatu dalam satu wadah. Persatuan tersebut sangat vital untuk menciptakan karya-karya yang spektakuler dan membawa seniman Sampang pameran ke luar daerah.
"Tidak semua orang itu paham seni, terkadang seni itu dianggap gak waras. Maka dari itu, persatuan penting untuk edukasi publik," tambahnya.
Dalam suasana pameran yang khidmat, Endang Sri Mulyani juga mengenang sosok almarhum suaminya, Kiai Sholahur Rabbani, sebagai inspirator utama gerakan seni rupa di Sampang. Dia berbagi kisah inspiratif tentang dedikasi sang suami terhadap seni lukis yang tak pernah padam.
"Almarhum pernah berkata kepada saya, lukisan itu adalah curahan impiannya, curahan hatinya. Apapun bisa dituangkan di sana," kenang Endang dengan suara lirih.
Dia menceritakan, rutinitas unik suaminya, sebelum tidur. Kata dia, almarhum sering kali mengambil kertas dan mulai mencoret-coret. Sketsa-sketsa itu menjadi mediumnya menuangkan pemikiran yang luas mulai dari politik, budaya, hingga berbagai spektrum kehidupan yang dinilainya jauh melampaui pemikiran orang awam.
Dedikasi itu terus terlihat hingga saat-saat terakhir. Menjelang wafatnya, almarhum sempat menciptakan empat karya penting yang masih berupa coretan kasar di kertas, belum sempat dipindahkan ke kanvas permanen.
"Salah satunya, saya ingat betul, adalah gambar tangan. Mungkin itu salah satu tanda-tanda kehidupan yang ingin disampaikan, tapi saya tidak paham persis maksudnya apa," ucapnya penuh haru.
"Melalui pameran "Waspada" ini, kami berharap warisan semangat almarhum dapat diteruskan. Generasi penerus seniman Sampang dapat menyalurkan karya-karya yang lebih baik lagi, meneruskan semangat dan makna luas dari karya-karya almarhum yang singkat namun padat makna," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Aklamasi, Kiai Muchlis Nasir Terpilih Jadi Ketua PCNU Pamekasan 2026-2031
19 hours ago

Jam Kerja ASN Bangkalan Dipotong Selama Ramadan
19 hours ago

Satgas MBG Sampang Pastikan SPPG Mandangin Tetap Jalan: Investor Sudah Ada
a day ago

Dana TKD Dipangkas Rp239,9 Miliar, APBD Sampang 2026 Turun Jadi Rp1,2 Triliun
a day ago

Biaya Kawin Suntik Sapi di Sampang Melonjak, Peternak Keberatan
a day ago

Viral Santriwati di Bangkalan Joget Tabola Bale Saat Haflah Imtahan, MUI Angkat Bicara
a day ago

2 Bocah Tenggelam di Kubangan Sungai Torjun Sampang, 1 Korban Meninggal Dunia
a day ago

Bersih-Bersih Komplek Pemakaman: Tradisi Warga Bangkalan Sambut Ramadan
2 days ago

Toko Sembako di Pamekasan Ditutup Paksa Pemilik Tanah, 2 Kelompok Warga Bersitegang
2 days ago

Tim Satgas Pangan Polres Pamekasan Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok
2 days ago





