Jumat, 13 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

6 Tahun Listrik Redup Seperti Lilin, Warga Desa Petarongan Datangi Kantor PLN Sampang

Ach. Mukrim - Friday, 13 February 2026 | 06:56 AM

Background
 6 Tahun Listrik Redup Seperti Lilin, Warga Desa Petarongan Datangi Kantor PLN Sampang
Puluhan orang datangi ULP PLN Kabupaten Sampang. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Puluhan warga Desa Petarongan, Kecamatan Torjun, mendatangi kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Mereka mengeluhkan kondisi jaringan listrik yang melemah selama bertahun-tahun hingga merusak alat elektronik.


Tokoh masyarakat Desa Petarongan, Nikmat, menyatakan, kondisi krisis listrik ini sudah berlangsung selama enam tahun. Menurutnya, tegangan listrik di wilayahnya menurun drastis setiap hari saat memasuki waktu sore.


"Sejauh ini aliran listrik di desa kami sangat tidak normal. Karena dari jam 16.00 malam, lampu itu nyalanya seperti lilin," katanya, Jumat (13/2/2026).


Nikmat menambahkan, warga sebenarnya sudah berulang kali mengajukan permohonan penambahan daya dan perbaikan jaringan kepada pihak PLN. Namun, hingga kini respon yang diterima hanya sebatas survei tanpa ada tindakan nyata.


"Hanya ada survei dan pengukuran saja sekitar dua tahun lalu, tapi belum ada tanggapan (realisasi)," lanjutnya.


Menanggapi protes tersebut, Kepala ULP PLN Sampang Redi Ramadhan tidak menampik adanya masalah teknis di Desa Petarongan. Dijelaskan, lemahnya tegangan terjadi karena jarak tarikan kabel dari tiang utama yang terlalu jauh.


"Tarikan panjang itu berlangsung sudah lama, karena efek kebutuhan masyarakat terhadap aliran listrik. Dulu mungkin belum ada efek, tetapi sekarang mulai dirasakan dengan lemahnya tarikan," ujarnya.


Redi mengeklaim, sejak tahun 2025, pihaknya tengah menggencarkan program perbaikan tegangan berdasarkan usulan masyarakat. Pihaknya berjanji akan segera mengirimkan tim teknis untuk melakukan pengecekan material yang dibutuhkan di lapangan.


Meski demikian, Redi meminta warga untuk bersabar terkait proses pengadaan material seperti kabel, tiang, hingga trafo jika diperlukan.


"Kami harus memastikan ketika dilakukan perluasan itu aman dan tidak ada penolakan pemasangan tiang baru. Pada prinsipnya akan segera kami sampaikan (usulkan)," pungkasnya. (Mukrim)