Dana TKD Dipangkas Rp239,9 Miliar, APBD Sampang 2026 Turun Jadi Rp1,2 Triliun
Ach. Mukrim - Monday, 16 February 2026 | 01:38 AM


salsabilafm.com - Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dipastikan menyusut tajam pada tahun anggaran 2026. Hal ini terjadi menyusul kebijakan pemerintah pusat yang memangkas alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga ratusan miliar rupiah.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengungkapkan, pemangkasan anggaran tersebut mencapai 15 persen atau setara dengan Rp239,9 miliar. Kondisi ini membuat APBD Sampang yang pada 2025 berada di angka Rp1,5 triliun, kini merosot menjadi hanya sekitar Rp1,2 triliun pada 2026.
"Pemangkasan ini meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), hingga Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Seluruh komponen dana transfer pusat ke daerah turun 15 persen," katanya, Senin (16/2/2026).
Yuliadi menjelaskan, penurunan ini merupakan dampak dari penyesuaian prioritas kebijakan pemerintah pusat. Selain anggaran kabupaten, sektor pemerintahan desa juga terdampak signifikan melalui pemotongan Dana Desa (DD).
Pada 2025, lanjutnya, alokasi Dana Desa di Sampang mencapai Rp188 miliar. Namun, pada tahun anggaran berjalan, rata-rata desa kini hanya mendapatkan sekitar Rp300 juta, dengan total keseluruhan hanya berkisar di angka Rp60 miliar.
"Pemerintah Pusat saat ini memiliki program skala prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga anggaran tersedot ke sana," lanjutnya.
Menurutnya, defisit anggaran ini memaksa Pemerintah Kabupaten Sampang untuk melakukan efisiensi besar-besaran dan memutar otak dalam menjalankan program kerja yang telah direncanakan sebelumnya.
Yuliadi menyebut pemangkasan ini praktis akan mengurangi pembiayaan pada berbagai program kegiatan, termasuk berdampak pada anggaran kerja sama dengan pihak eksternal seperti media massa.
"Kami tetap optimis bahwa jika program prioritas nasional seperti MBG dan Koperasi Desa berjalan sukses, hal tersebut diharapkan mampu memberikan stimulus ekonomi baru yang menggerakkan roda ekonomi di daerah untuk menambal kekosongan anggaran tersebut," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Satgas MBG Sampang Pastikan SPPG Mandangin Tetap Jalan: Investor Sudah Ada
9 hours ago

Biaya Kawin Suntik Sapi di Sampang Melonjak, Peternak Keberatan
9 hours ago

Viral Santriwati di Bangkalan Joget Tabola Bale Saat Haflah Imtahan, MUI Angkat Bicara
9 hours ago

2 Bocah Tenggelam di Kubangan Sungai Torjun Sampang, 1 Korban Meninggal Dunia
9 hours ago

Bersih-Bersih Komplek Pemakaman: Tradisi Warga Bangkalan Sambut Ramadan
a day ago

Toko Sembako di Pamekasan Ditutup Paksa Pemilik Tanah, 2 Kelompok Warga Bersitegang
a day ago

Tim Satgas Pangan Polres Pamekasan Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok
a day ago

Minibus Luxio Hantam Truk Box di Jalan Nasional Camplong Sampang
a day ago

Bangkalan Darurat Sampah, Mahasiswa STAI Al Hamidiyah Kenalkan Rocket Stove
a day ago

Parkir Makam Rato Ebuh Bakal Diserahkan ke Dishub Sampang
a day ago





