Bangkalan Darurat Sampah, Mahasiswa STAI Al Hamidiyah Kenalkan Rocket Stove
Moh Isrok - Sunday, 15 February 2026 | 06:49 AM


salsabilafm.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Participatory Action Research (KKN- PAR) STAI Al Hamidiyah, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan mengenalkan teknologi sederhana berupa Rocket Stove atau insinerator pembakar sampah minim asap di Desa Karang Nangkah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan.
Pengenalan insinerator ini tidak hanya merupakan bagian dari program kerja KKN, namun juga menjadi solusi pengelolaan sampah skala desa yang mudah diterapkan dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
Abdurrahman, Ketua KKN PAR Kelompok 2 mengatakan, program pembakaran sampah minim asap merupakan program prioritas KKN STAI Al Hamidiyah. Tujuannya untuk bisa dijadikan solusi mengurangi volume sampah organik maupun anorganik secara efisien serta menekan emisi asap yang sangat rendah.
"Sampah organik kan ada dua, kering dan basah. Untuk yang kering warga bisa langsung melakukan pembakaran. Sementara untuk yang basah bisa dikeringkan di bak sampah yang kami juga sediakan," tuturnya.
Meski terkesan sederhana, namun keberadaan insinerator pembakar sampah minim asap diyakini berguna dalam meminimalisir tumpukan sampah di desa. Mengingat pemerintah kabupaten bangkalan hingga saat ini masih terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah.
"Kami memang mencoba berkreasi dari tingkat desa, semoga masyarakat didesa tergugah dan peduli terhadap lingkungan sehingga bisa mencegah pencemaran udara, penyumbatan saluran air yang menyebabkan banjir, hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan warga," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karang Nangkah, H. Bustomi, menyambut positif inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN PAR STAI Al Hamidiyah tersebut. Menurutnya, selain bisa mengurangi volume sampah, insinerator minim asap ini sangat sederhana dan mudah diaplikasikan oleh warga.
"Kami berterima kasih dan bangga dengan inovasi adik-adik mahasiswa, karena ini merupakan upaya mitigasi kebencanaan berbasis lingkungan dimulai dari tingkat desa," tuturnya
Dia berharap, dengan adanya insinerator pembakar sampah minim asap tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat, sehingga desa karang nangkah bebas dari tumpukan sampah.
"Ini menjadi alternatif pengelolaan sampah yang aman karena asapnya terkendali dan tidak mengganggu pernapasan warga sekitar," ucapnya.
Ahmad Siddik, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan saat dikonfirmasi terkait gagasan dan inovasi mahasiswa KKN PAR STAI Al Hamidiyah mengaku bangga dan mengapresiasi program peduli lingkungan tersebut.
Menurutnya, peran mahasiswa dan pemuda sangat dibutuhkan untuk meminimalisir volume sampah di kabupaten Bangkalan yang masuk dalam katagori over capacity.
"Kami sangat mendukung dan bangga kepada teman-teman mahasiswa yang sudah berinovasi membangun insinerator ini, ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, semoga ini bermanfaat bagi masyarakat setempat," katanya saat dihubungi via seluler.
Dijelaskan, jika insinerator tersebut dapat dimaksimalkan oleh warga, tidak menutup kemungkinan, pemerintah kabupaten bangkalan akan menjadikannya sebagai program prioritas desa pada tahun anggaran mendatang.
"Insyaallah kami akan meninjau secara langsung dan jika itu benar-benar dimaksimalkan oleh warga, tidak ada salahnya kalau itu nanti kami ajukan untuk bisa dijadikan program desa pada anggaran DD pada tahun berikutnya," tegasnya.
Menurut dia, sejauh ini pemerintah kabupaten Bangkalan melalui DLH tengah berupaya mengurai tumpukan sampah dengan memaksimalkan lahan di terminal Suramadu dan Desa Banyior, Kecamatan Sepuluh.
"Di dua tempat itu kami akan membuat tempat pengelolaan sampah, karena sejauh ini terdapat 100 ton lebih tumpukan sampah di kabupaten Bangkalan yang jika kami bisa kelola akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan," pungkasnya. (*)
Next News

Bersih-Bersih Komplek Pemakaman: Tradisi Warga Bangkalan Sambut Ramadan
16 hours ago

Toko Sembako di Pamekasan Ditutup Paksa Pemilik Tanah, 2 Kelompok Warga Bersitegang
16 hours ago

Tim Satgas Pangan Polres Pamekasan Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok
16 hours ago

Minibus Luxio Hantam Truk Box di Jalan Nasional Camplong Sampang
16 hours ago

Parkir Makam Rato Ebuh Bakal Diserahkan ke Dishub Sampang
17 hours ago

Diduga Tak Cair Penuh, 10 Penerima BSPS di Konang Bangkalan Keluhkan Bantuan Rp20 Juta
2 days ago

Sambut Ramadan, Ratusan Pelajar Pulau Mandangin Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai
2 days ago

Perempuan Lumpuh di Pamekasan Tak Tersentuh Bansos PKH
2 days ago

2 Kapal Alami Kecelakaan Laut di Sumenep, 8 ABK Hilang
2 days ago

Cegah PMK Masuk ke Sampang, Petugas Medis Razia Kesehatan Sapi ke Desa
2 days ago




