Sabtu, 14 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Cegah PMK Masuk ke Sampang, Petugas Medis Razia Kesehatan Sapi ke Desa

Ach. Mukrim - Saturday, 14 February 2026 | 06:22 AM

Background
Cegah PMK Masuk ke Sampang, Petugas Medis Razia Kesehatan Sapi ke Desa
Petugas melakukan pemeriksaan sapi di Sampang. (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak. Langkah ini diambil guna mencegah masuknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dilaporkan kembali meningkat di sejumlah wilayah Jawa Timur pada awal 2026.


Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Sampang, Arif Rahman Hakim menyatakan, pemeriksaan ini merupakan langkah antisipasi dini. Selain menjaga populasi ternak, kegiatan ini bertujuan menjamin ketersediaan daging yang aman dikonsumsi masyarakat menjelang hari raya.


"Hewan jenis sapi menjadi konsumsi daging favorit masyarakat Madura, khususnya di Sampang saat Lebaran. Jadi, kegiatan ini juga sebagai persiapan menyambut masa tersebut," katanya, Sabtu (14/2/2026).


Untuk memastikan efektivitas, pihaknya menerapkan pola pemeriksaan "jemput bola" dengan menerjunkan 12 personel yang terdiri dari mantri dan dokter hewan. Petugas mendatangi langsung kandang-kandang milik peternak di berbagai desa.


Menurutnya, hingga saat ini, hasil pemeriksaan menunjukkan wilayah Sampang masih bersih dari paparan PMK. Meski demikian, petugas tetap melakukan penyuntikan vaksinasi dan pemantauan rutin untuk memperkuat imunitas ternak.


Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tren kasus PMK kembali naik di awal tahun 2026 dengan ratusan kasus aktif ditemukan di 12 kabupaten, termasuk tetangga terdekat, Kabupaten Bangkalan.


"Sampang memang belum ditemukan kasus, tapi kami harus proaktif. Mobilitas sapi lintas daerah menjelang Ramadan hingga Lebaran biasanya sangat tinggi, sehingga risiko penularan harus ditekan sejak dini," ungkapnya.


"Melalui langkah ini, kami berharap para peternak tetap tenang dan segera melaporkan jika menemukan gejala tidak wajar pada hewan ternak mereka agar bisa segera ditangani secara medis," pungkasnya. (Mukrim)