Toko Sembako di Pamekasan Ditutup Paksa Pemilik Tanah, 2 Kelompok Warga Bersitegang
Redaksi - Sunday, 15 February 2026 | 07:05 AM


salsabilafm.com - Dua kelompok warga di Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sempat bersitegang saat pemilik tanah menutup paksa sebuah toko sembako dengan pagar besi, Minggu siang (15/2/2026).
Dilansir dari Kompas.com di lokasi, puluhan orang dari kelompok Subairi selaku pemilik tanah membawa pagar besi yang akan dipasang di teras toko yang ditempati Rodai, warga setempat
Saat pagar besi hendak diturunkan, beberapa perwakilan dari pihak Rodai berusaha menghadang. Namun pagar tetap diturunkan dan dipasang.
Pagar besi itu dipasang berjarak sekitar satu meter dari bangunan toko. Besi kemudian dilas mengelilingi area depan sehingga toko sembako tersebut tidak bisa beroperasi.
Sementara kelompok Rodai akhirnya mundur dan memilih memantau situasi dari lokasi.
Kuasa hukum Subairi, Ahmad Mukhlisin, mengatakan, tanah yang ditempati Rodai telah dibeli kliennya dari warga setempat bernama Singo. Dia menyebut bukti kepemilikan sudah dikantongi.
"Pemagaran lahan ini sebagai tindak lanjut dari somasi kami. Tanah itu sudah dibeli klien kami dan sudah diakui pihak penjual," katanya.
Dia menyampaikan, langkah penutupan dilakukan karena tidak ada titik temu antara kedua belah pihak. Menurutnya, Rodai tidak membayar sewa lahan sebesar Rp750 juta selama sembilan tahun.
Dia menegaskan pagar tidak boleh dibuka selama belum ada kesepakatan terkait pembayaran sewa lahan.
"Prinsipnya kami terbuka. Kalau besok mereka bayar, ya kami akan buka pagar itu," katanya.
Mukhlisin juga menyebut sebelumnya pihaknya telah melayangkan somasi kepada Rodai, namun tidak diindahkan. Bahkan, kliennya telah mengingatkan agar isi toko segera dikosongkan.
"Kalau ini dianggap melawan hukum, monggo. Sarana hukum tersedia. Bukannya kami menantang, tapi ini solusi terakhir," tegasnya.
Dia menambahkan, apabila ada pihak lain yang menyewakan lahan milik kliennya kepada Rodai, maka harus dibuktikan dengan perjanjian yang sah.
Sementara itu, kuasa hukum Rodai, Muhtar Hanafi, mengatakan kliennya tidak mengetahui adanya perubahan kepemilikan tanah tersebut. Dia mengakui Rodai menyewa lahan selama 20 tahun kepada Sadili, warga setempat, dan masa sewanya masih tersisa delapan tahun.
"Klien saya adalah penyewa kepada Sadili. Kami punya hak sewa. Namun Sadili sampai sekarang menghilang dan tidak bisa dimintai keterangan," katanya.
Menurutnya, penutupan atau pemagaran toko dilakukan secara sepihak tanpa adanya putusan pengadilan. Karena itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum.
"Karena ini tidak berdasarkan putusan pengadilan. Maka kami akan memproses secara pidana. Karena ini sepihak," ujar Muhtar. (*)
Next News

Catat Rutenya! Ini Skema Pengalihan Arus Jelang Kedatangan Jemaah Haji Sampang
in 6 hours

Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Robatal Sampang, 2 Pelaku Ditangkap
20 hours ago

Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN, Dalami Kasus Korupsi Program MBG
a day ago

Pertalite Dipangkas, Warga Sumenep Antre BBM hingga 5 Jam
a day ago

Lapas dan Rutan di Madura Bedah Rumah Warga Miskin
a day ago

Polisi Bongkar Jaringan Sabu Bangkalan-Surabaya, 4 Orang Ditangkap
a day ago

AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
a day ago

Pemancing Asal Raas Sumenep Ditemukan Meninggal Tersangkut Karang
a day ago

Payung Alun-Alun Trunojoyo Sampang Sering Rusak, Anggaran Perawatan Rp61 Juta
a day ago

Penjaringan Siswa SR di Sampang: SD Belum Terpenuhi, SMP dan SMA Kelebihan Pendaftar
a day ago




