Biaya Kawin Suntik Sapi di Sampang Melonjak, Peternak Keberatan
Ach. Mukrim - Monday, 16 February 2026 | 01:35 AM


salsabilafm.com - Beban biaya produksi peternak sapi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dipastikan membengkak. Pasalnya, tarif layanan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik ternak dilaporkan merangkak naik imbas pencabutan subsidi semen beku oleh pemerintah pusat.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang, Arif Rahman Hakim, menyatakan, saat ini pengadaan sperma ternak harus dilakukan secara swadaya oleh pemerintah daerah.
"Sekarang sudah tidak ada subsidi lagi, semen beku atau sperma beku kami beli secara swadaya," ujar Arif dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Arif merinci, tarif layanan kini terbagi berdasarkan jenis bibit. Untuk IB sapi Madura, peternak dikenakan tarif sekitar Rp80 ribu. Sementara untuk jenis premium seperti sapi Limosin, biaya dipatok mencapai Rp100 ribu.
Menurutnya, kenaikan ini merupakan langkah penyesuaian untuk menutupi biaya operasional petugas di lapangan serta pengadaan materi genetik yang kini tidak lagi gratis dari pusat. Dia juga mengimbau para peternak untuk menjaga kesehatan ternak, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Kami berharap peternak tetap menjaga kesehatan ternak, kualitas pakan, serta kebersihan kandang. Kalau ternak sakit, segera hubungi petugas," ujarnya.
Sementara itu, Abd Rohman, seorang peternak asal Kecamatan Kedungdung, mengaku keberatan karena biaya tersebut harus dibayar penuh setiap kali petugas datang, tanpa jaminan keberhasilan (kehamilan) pada ternak.
"Sekali panggil petugas bayar Rp100 ribu. Kalau tidak berhasil, ya harus panggil lagi dan bayar lagi dengan jumlah yang sama," keluhnya.
Senada dengan itu, peternak lain, asal kecamatan Sampang, Fathurrohman menceritakan pengalamannya membayar hingga Rp150 ribu untuk jenis sapi Simental, namun tetap tidak membuahkan hasil pada percobaan pertama. Kondisi ini membuat biaya produksi peternak semakin membengkak.
"Kami berharap pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan ini atau menyediakan skema bantuan khusus. Kami khawatir jika harga terus melonjak tanpa adanya subsidi, produktivitas populasi sapi di Sampang akan menurun karena peternak kesulitan mengakses layanan pemuliaan ternak tersebut," pungkasnya. (Mukrim).
Next News

Empat Pejabat Baru Sumenep Dilantik, Bupati Fauzi Titip Sejumlah PR Penting
a day ago

Antre Pertalite Berjam-jam, Puluhan Pemotor Pilih Berteduh Akibat Cuaca Panas
a day ago

Hanya Dihadiri 16 Anggota, Paripurna DPRD Sampang Kembali Ditunda
2 days ago

Gara-gara Minta Uang, Pria di Sampang Diduga Pukul Ibu hingga Bakar Rumah
2 days ago

Nahas! Pickup Tabrak Fuso Saat Diduga Menyalip, Tangan Pengemudi di Sampang Putus
2 days ago

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bangkalan
2 days ago

Dapur Rumah Warga Kowel Terbakar, Api Merembet hingga Separuh Bangunan Rumah
3 days ago

Demo Kejari Sampang, Massa Desak Kasus BLUD RSMZ Segera Dituntaskan
3 days ago

Kecelakaan Dua Motor di Omben Sampang, Satu Pengendara Meninggal Dunia
4 days ago

Wagub Emil Tegaskan Tak Ada Keracunan MBG
4 days ago



