Senin, 16 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

2 Bocah Tenggelam di Kubangan Sungai Torjun Sampang, 1 Korban Meninggal Dunia

Ach. Mukrim - Monday, 16 February 2026 | 01:30 AM

Background
2 Bocah Tenggelam di Kubangan Sungai Torjun Sampang, 1 Korban Meninggal Dunia
TKP korban tenggelam. (Polres Sampang untuk salsabilafm/)

salsabilafm.com - Seorang bocah berusia empat tahun berinisial LAS dilaporkan meninggal dunia usai tenggelam di kubangan sungai Dusun Cangginih, Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026).


Sementara itu, satu korban lainnya berinisial AAK (2,5) berhasil diselamatkan, dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Sampang.


Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo mengonfirmasi insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian bermula saat seorang warga bernama Siti hendak menuju sungai untuk mandi.


"Saksi melihat dua anak sedang tenggelam di kubangan sungai tersebut. Saksi kemudian berteriak meminta tolong," katanya, Minggu (15/2/2026).


Mendengar teriakan Siti, warga lain bernama Busiri yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap kedua korban ke pinggir sungai. Warga dan pihak keluarga kemudian melarikan kedua bocah tersebut ke Puskesmas Torjun. Namun, setibanya di Puskesmas, tim medis menyatakan nyawa LAS tidak tertolong.


"Pihak Puskesmas Torjun menyatakan korban LAS sudah meninggal dunia. Sedangkan korban AAK masih dalam keadaan sadar," tuturnya.


Eko menambahkan, meski pihak puskesmas telah mengeluarkan pernyataan medis, kakek korban sempat tempat meminta kedua cucunya dirujuk ke RSUD Kabupaten Sampang untuk memastikan kondisi mereka.

Terkait insiden ini, pihak kepolisian memastikan tidak akan melanjutkan ke ranah hukum. Hal ini didasari atas permintaan dan pernyataan dari orang tua korban.


"Orang tua korban menyatakan tidak akan menuntut secara hukum dengan membuat surat pernyataan, dikarenakan peristiwa tersebut murni kecelakaan," imbuhnya.


"Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak kecil, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai atau area rawan kecelakaan," pungkasnya. (Mukrim)