Senin, 16 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Aklamasi, Kiai Muchlis Nasir Terpilih Jadi Ketua PCNU Pamekasan 2026-2031

Redaksi - Monday, 16 February 2026 | 07:23 AM

Background
Aklamasi, Kiai Muchlis Nasir Terpilih Jadi Ketua PCNU Pamekasan 2026-2031
KH Muchlis Nasir, Ketua PCNU Pamekasan periode 2026-2031 (Istimewa/)


salsabilafm.com – KH Muchlis Nasir resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan periode 2026-2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Minggu (15/2/2026). 


Penetapan ini menandai babak baru bagi kepengurusan Nahdlatul Ulama di Bumi Gerbang Salam setelah Kiai Muchlis sebelumnya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Ketua.


Keputusan tersebut diambil melalui mekanisme pemungutan suara tahap penjaringan yang memunculkan dua figur. Yakni, KH Kholik Yadi dan KH Muchlis Nasir. Dalam proses voting, Kiai Muchlis mendominasi dengan perolehan 10 suara, sedangkan KH Kholik Yadi hanya mendapatkan 2 suara.


Berdasarkan tata tertib sidang pleno, calon ketua harus memenuhi ambang batas minimal dukungan sebanyak 4 suara untuk maju ke tahap selanjutnya. Karena KH Kholik Yadi gagal memenuhi ambang batas tersebut, KH Muchlis Nasir ditetapkan sebagai calon tunggal dan terpilih secara mutlak.


Amanah ini disambut dengan komitmen kuat oleh Kiai Muchlis untuk mengokohkan nilai-nilai keaswajaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


"Amanah ini merupakan bentuk pengabdian kepada umat, kedepan kami komitmen untuk mengokohkan nilai-nilai keaswajaan di tengah masyarakat," kata Kiai Muchlis Nasir, Senin (16/2/2026).


Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum ini juga menegaskan pentingnya kemandirian organisasi agar tidak mudah diintervensi oleh kepentingan kelompok tertentu. Dia bertekad membawa PCNU Pamekasan menjadi organisasi yang mandiri secara finansial guna menjaga marwah Nahdlatul Ulama.


"Selain itu ke depan, NU Pamekasan harus semakin mandiri, baik secara organisasi maupun finansial, agar tidak mudah terombang-ambing oleh kepentingan sesaat. Sebab kami yakin tantangan kedepan akan semakin berat," ungkap mantan aktivis PMII Surabaya tersebut.


Dia menegaskan arah program kerja di bawah kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan ekonomi jemaah serta tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader di bidang teknologi menjadi prioritas utama untuk menghadapi era digital.


"Ke depan, kader NU harus unggul, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga melek teknologi dan memiliki keahlian profesional agar mampu berkhidmat di era digital. Dua hal itu tentu akan menjadi arah program PCNU Pamekasan ke depan," tegasnya secara lugas.


Kiai Muchlis juga memberikan jaminan integritas dengan menegaskan bahwa dirinya tidak akan terlibat dalam aktivitas politik praktis selama menjabat. Komitmen ini dituangkan dalam bentuk kontrak organisasi yang memiliki konsekuensi sanksi tegas jika terjadi pelanggaran di masa depan.


"Jika melanggar kontrak itu, kami siap menerima sanksi berdasarkan ketentuan organisasi," pungkasnya. (*)