Demo Tagih Janji Bupati Bangkalan Ricuh, Polisi Semprot Massa dengan Water Cannon
Redaksi - Tuesday, 20 January 2026 | 01:32 AM


salsabilafm.com - Aksi demonstrasi mahasiswa terkait evaluasi kinerja Pemkab Bangkalan berujung ricuh. Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian Senin (19/1/2026) sore.
Kericuhan bermula ketika pendemo menuntut bertemu Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Namun setelah ditunggu sekian waktu, Bupati ternyata tak menemui mahasiswa.
Kericuhan pecah saat pendemo berusaha menerobos blokade polisi untuk masuk ke dalam kantor Pemkab Bangkalan. Akibatnya pendemo terlibat saling pukul dengan aparat kepolisian. Petugas akhirnya menyemprotkan water cannon untuk memukul mundur pendemo yang sudah tak terkendali.
"Anggota kami, sampai digebukin oleh polisi, hingga terluka. Juga mobil dan fasilitas demo rusak akibat semprotan itu," terang Korlap Aksi, Isro Mi'roj.
Isro menyayangkan, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian hingga melukai masa aksi. Dia berharap Kapolres Bangkalan mengevaluasi kinerja anggotanya yang represif.
"Saya harap ke depannya bisa dievaluasi, supaya tidak ada tindakan kekerasan lagi pada masyarakat atau masa aksi," ujarnya.
Demo di kantor Pemkab ini dilakukan untuk menagih janji politik Bupati Bangkalan yang dianggap gagal. Mereka menuntut untuk mengevaluasi kinerja pemkab semua sektor , khusunya di sektor pelayanan yang dinilai makin turun.
"Tingkat pelayanan dari sektor kesehatan, pendidikan dan lainya semenjak Bupati menjabat malah semakin amburadul" jelasnya.
Terpisah Bupati Bangkalan Lukman Hakim, berjanji akan mengevaluasi kinerjanya, termasuk kinerja OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan. Selain itu pihaknya akan meningkatkan layanan publik di Bangkalan.
"Kami akan evaluasi dari semua sektor yang ada di Kabupaten Bangkalan," jelasnya.
Lukman juga meminta maaf dengan adanya kericuhan yang melibatkan masa aksi dengan pihak kepolisian. Dia mengaku tak kunjung menemui masa aksi dikarenakan masih menemui tamu di ruangannya.
"Kami sedang menerima 2 tamu. Dan tamunya juga untuk kepentingan Bangkalan, jadi kami juga merasa tidak etis ketika langsung ditinggal," dalihnya. (*)
Next News

Harga Daging Sapi di Pamekasan Turun Jelang Iduladha
10 hours ago

Tabrakan dengan Truk Molen, Microbus di Pamekasan Nyemplung ke Sawah
14 hours ago

Bupati Sampang: Dekopinda Mitra Strategis Pemerintah Daerah Kawal Koperasi Desa Merah Putih
14 hours ago

Kunjungi Radio Salsabila FM, Klinik Mata Sampang Tawarkan Program Edukasi Kesehatan Mata
14 hours ago

Anggota TNI AL Asal Bangkalan Tewas di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan
14 hours ago

Pasangan Tunawicara di Bangkalan Dapat Bantuan Bedah Rumah, Maruarar Sirait: Ini Penerima Tepat Sasaran
15 hours ago

Perpustakaan Sampang Minim Fasilitas Disabilitas, Koleksi Braille Mulai Disediakan
17 hours ago

Terdampak Efisiensi, Payung Elektrik Alun-Alun Trunojoyo Sampang Beroperasi Terbatas
17 hours ago

Bersama Pertamina Patra Niaga, Pesanggrahan Tumbuh Menuju Kampung Berkelanjutan
11 hours ago

Data Kekeringan Belum Lengkap, BPBD Sampang Belum Bisa Pastikan Jumlah Bantuan Air
2 days ago





