Demo Kejari Sampang, Massa Tuntut Keadilan Kasus Penembakan Relawan Prabowo-Gibran
Ach. Mukrim - Thursday, 25 July 2024 | 11:45 PM


salsabilafm.com– Ratusan warga dari Kecamatan Banyuates, Sampang berunjuk rasa ke kantor Kejari Sampang, Kamis (25/7/2024). Mereka menuntut keadilan di kasus penembakan Muarah, relawan Prabowo-Gibran.
Tampak Muarah juga turut hadir dengan duduk di kursi roda karena mengalami kelumpuhan usai ditembak. Muarah kecewa dengan tuntutan jaksa pada para pelaku penembakan yang dirasa janggal.
"Saya datang ke sini menuntut keadilan, masak otak pelakunya hanya dituntut satu tahun penjara, sementara saya saat ini korbannya dinyatakan dokter lumpuh seumur hidup apa ini adil?" kata Muarah saat berorasi.
"Saya pernah menjadi terdakwa dengan kasus penembakan yang sama dengan korban tidak mengalami cacat seumur hidup namun tuntutannya 16 tahun penjara," imbuhnya.
Menurut Muarah, tuntutan tersebut sangat menyakitkan dan melukai perasaan dirinya dan keluarganya. Dia menduga jaksa penuntut umum Kejari Sampang telah menerima suap sehingga memberi tuntutan yang rendah.
"Dengan kondisi saya yang seperti ini (lumpuh) tuntutan JPU sangat tidakmanusiawi. Hanya memberikan tuntutan sangat rendah para pelaku. Sudah terima berapa kejaksaan dari mereka?" tegas Muarah.
Terpisah, usai menemui perwakilan korban, Dodi Purba Kasi Pidum Kejari Sampang membantah pihaknya telah menerima suap dalam kasus penembakan Muarah. Menurutnya, kejaksaan tetap profesional dengan tuntutan itu dan sesuai dengan fakta persidangan.
"Nggak benar itu (terima suap), Kami menuntut itu berdasarkan fakta yuridis yang ada sesuai persidangan. Semuanya sudah jelas, cuma memang korban itu kan tidak mengikuti sidang dari awal sampai akhir. Sehingga berasumsi seperti itu," jelas Dodi.
Dodi menambahkan, tuntutan terhadap terdakwa memang berbeda beda sesuai dengan peran masing masing. Untuk terdakwa Wijdan yang dituntut 1 tahun itu karena berperan hanya dimintai perlindungan sebagai tokoh oleh eksekutor usai kejadian.
"Jadi otaknya Sutekno dan eksekutornya Rohim itu kami tuntut 7 tahun. Sementara Hannan yang berperan mencarikan eksekutornya kami tuntut 4 tahun, sama dengan terdakwa Haris yang menjadi joki mengantarkan eksekutor," terang Dodi.
Menurut Dodi, keterlibatan terdakwa Wijdan itu ketika sesudah kejadian penembakan eksekutor (pelaku utama) tersebut lari ke rumah terdakwa. Eksekutor datang untuk meminta perlindungan dikarenakan dia merupakan tokoh di Sampang Utara.
"Ketika meminta perlindungan itu, oleh Bunwid (Wijdan) disuruh pulang namun pistolnya disimpan di pekarangan rumahnya. itulah yang menjadi fakta perkara persidangan sehingga kenapa Bunwid itu hanya dituntut 1 tahun. " tandasnya
Pantauan Salsabilafm.com, usai demo di kantor Kejari mereka lantas melanjutkan ke Pengadilan Negeri Sampang. Sebab, putusan kasus penembakan Muarah akan dibacakan hari ini. (*)
Next News

Kepergok Curi Motor di Depan Apotek, Pencuri Diamuk Warga Bangkalan
4 days ago

3 Pemuda Nekat Curi Trafo di Akses Suramadu, 2 Ditangkap Polisi
4 days ago

2 Pengguna Narkoba Jenis Sabu di Sumenep Ditangkap Polisi
4 days ago

Diduga Setubuhi Santri di Bawah Umur 2 Kali, Warga Sumenep Diringkus Polisi
7 days ago

Motif Pembunuhan Nelayan di Sampang Terkuak, Korban Diduga Jadi Penyebab Ibu Pelaku Meninggal
7 days ago

Nelayan di Camplong Sampang Tewas Diduga Dianiaya, Pelaku Masih Diburu
8 days ago

Pakai Truk Tangki Air, 1,59 Juta Rokok Bodong Asal Pamekasan Dibekuk di Semarang
9 days ago

Residivis Narkoba di Bangkalan Simpan Sabu dalam Kotak Kayu di Kamar Mandi
9 days ago

Kafe di Sumenep Dirazia, 48 Botol Miras Disita Polisi
10 days ago

Aksi Santai Maling di Bangkalan Madura, Selepas Beraksi Mereka Ngopi dan Makan Nasi Goreng di TKP
10 days ago





