Blega Banjir Genangi Jalan Nasional Hingga Pemukiman Warga
SalsabilaNews - Saturday, 04 December 2021 | 07:32 AM



Bencana banjir kembali melanda Blega, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jum'at (3/12/2021) kemarin. Dampaknya, jalan raya hingga pemukiman warga tergenang air dengan ketinggian 30-150 centimeter seperti tahun-tahun sebelumnya.
Terdapat enam dusun yang terendam meliputi Dusun Karangkemasan, Pekadan, Pelanggaran, Segit, Sempar Utara, dan Sempar Laok. Semuanya berada di wilayah Desa Blega, Kecamatan Blega.
Selain itu, luapan sungai akibat hujan intensitas tunggi juga menggenangi jalur nasional yang menghubungkan Bangkalan-Sampang. Pantauan salsabilafm, kemacetan terjadi hingga sepanjang 2 Kilometer
Moh Ruslan (25) seorang warga desa Blega, Bangkalan mengatakan, banjir itu juga di perparah oleh adanya perbaikan jalan di ruas jalan raya nasional Blega.
"Itu kan tinggi jalan dinaikan, jadi air masuk kerumah warga. Kami sebenernya sangat berharap adanya pengerukan sungai kemarin bisa meminimalisir banjir. Tapi ternyata tidak ada efeknya," keluhnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morris mengatakan, luapan air dari sungai Blega mulai memasuki pemukiman warga sejak pukul 06.30 WIB. Ketinggian air antara 30-150 centimeter.
"Bukan hanya pemukiman warga saja yang terdampak. Termasuk juga perkantoran, tempat ibadah, bangunan sekolah, lahan pertanian dan laham tambak," jelasnya.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat BPBD Bangkalan, Agen Bencana BPBD Jatim Wilayah Bangkalan, Polsek Blega, Koramil Blega, PMI Bangkalan, pihak kecamatan kepala desa di wilayah terdampak guna memastikan ada tidaknya korban maupun kerugian lainnnya.
"Alhamdulillah Kondisi air perlahan-lahan mulai berkurang. Tapi kami tetap mengimbau warga Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan untuk waspada karena khawatir terjadi banjir susulan," tandas Kepala BPBD Bangkalan. (Mukrim)
Next News

PCNU Sampang Minta Kejaksaan Tak Masuk Angin Tangani Kasus Rudapaksa Anak
a month ago

Dinsos-PPA: Hasil Pemeriksaan Sementara Menunjukkan Korban Rudapaksa 27 Pelaku di Sampang Tidak Hamil
a month ago

Kasus Rudapaksa Anak Jadi Alarm, MUI Sampang Desak Pemerintah Evaluasi Sistem Perlindungan Korban
a month ago

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual? Ini Langkah yang Perlu Diketahui
a month ago

Hukuman Pelaku Rudapaksa Anak di Indonesia: Penjara, Kebiri Kimia hingga Gelang Elektronik
a month ago

Owner Lyco Coffee Didenda Rp6 Juta dalam Sidang Tindak Pidana Ringan
3 months ago

Ratusan Santri dan Alumni Demo PN Sampang, Desak Terdakwa Penganiaya Guru Tugas Dihukum Maksimal
3 months ago

Korban Penganiayaan Guru Tugas di Sampang: Saya Diancam Akan Dibunuh Jika Melawan
3 months ago

Sidang Sering Molor, Profesionalitas PN Sampang Jadi Sorotan Publik
3 months ago

Mad Jari Divonis 6 Tahun, Kuasa Hukum Korban: Alhamdulillah, Alloh Berikan Jalan Keadilan
3 months ago





