Jumat, 23 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Beli Susu MBG di Facebook, Warga Pamekasan Tertipu Rp50 Juta

Redaksi - Friday, 23 January 2026 | 09:59 AM

Background
Beli Susu MBG di Facebook, Warga Pamekasan Tertipu Rp50 Juta
Foto susu sekolah yang dikirim pelaku ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Warga Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tertipu penjualan susu sekolah untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp50 juta. Warga inisial ST mengaku tertipu karena membeli susu MBG ke seseorang yang dikenalnya di akun Facebook.


"Setelah saya transfer uang Rp 50 juta nomornya tidak aktif," katanya. 


ST mengaku percaya dan mentransfer uang karena truk yang mengangkut susu MBG sudah tiba di depan rumahnya. Bahkan saat barangnya dikroscek sesuai.


Namun, susu sekolah sebanyak 500 karton tidak diturunkan dari truk. Sebab, pada saat bersamaan pemilik akun Facebook menelepon untuk segera mentransfer dan melunasi pembelian.


"Saat itu, barang sampai dia nelepon agar segera transfer baru susu diturunkan sehingga saya percaya," katanya, Rabu, (21/1/2026).


Namun, saat uang dilunasi, penjual di Facebook tidak aktif. Sementara sopir truk tidak mau menurunkan barang dengan alasan belum ada konfirmasi pelunasan pembayaran.


"Sopir truk mendadak mengaku saya belum terkonfirmasi bayar. Akhirnya dia kembali membawa susunya. Saya tidak bisa mencegat mereka lagi karena tidak punya bukti kuat," ucapnya.


ST mengaku sudah terbiasa berbelanja di online. Namun tidak pernah gagal sebelumnya, meski beli susu baru pertama kalinya. 


"Saya terus mencari pelakunya. Dia sempat ngirim foto, tapi saya tidak yakin itu foto pelakunya," ucapnya.


Ali Makki, warga Desa Laden, Kecamatan Pamekasan mengatakan, penipuan jual beli susu mulai marak. Modusnya sama, truk sampai di rumah pembeli tapi barangnya tidak diturunkan. 


"Di Kecamatan Blumbungan juga ada kasus yang sama. Bahkan di Desa Laden juga ada," ungkapnya.


Modusnya, sebelum ditransfer barang tidak diturunkan. Namun setelah ditransfer antara sopir truk dan pemilik rekening tidak saling kenal. 


"Bahkan foto yang dikirim pelaku kepada para korban sama persis," imbuhnya.(*)