Kamis, 22 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Bantah Isu Nasi Basi, SPPG Dalpenang dan SDN Rongtengah IV Sampang Pastikan MBG Sesuai SOP

Ach. Mukrim - Thursday, 22 January 2026 | 07:40 AM

Background
Bantah Isu Nasi Basi, SPPG Dalpenang dan SDN Rongtengah IV Sampang Pastikan MBG Sesuai SOP
Kepala SPPG Dalpenang, Attoulloh (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pengelola Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Dalpenang dan otoritas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rongtengah IV Sampang memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal ini menjawab tudingan adanya sajian nasi basi dan pembatasan dokumentasi bagi siswa di lingkungan sekolah.


Kepala SPPG Dalpenang, Attoulloh mengatakan, seluruh proses produksi makanan di dapur kolektif telah dijalankan berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) yang ketat. Dia membantah adanya temuan nasi tidak layak konsumsi pada pendistribusian hari Selasa (20/1/2026) lalu.


"Secara aturan, standar operasional di dapur kami sudah dilakukan. Nasi didinginkan terlebih dahulu, sebelum ditutup agar uap air tidak memicu basi. Kami sudah mengonfirmasi pihak sekolah dan tidak ada laporan resmi terkait hal itu," kata Atho', Kamis (22/1/2026).


Menanggapi menu telur dadar sosis yang sempat dipersoalkan, Atho' menerangkan, penggunaan sosis dalam jumlah terbatas merupakan bagian dari variasi menu agar siswa tidak bosan. Hal itu secara teknis masih diperbolehkan.


"Makanan MBG diatur untuk dikonsumsi di sekolah dalam rentang pukul 07.00 hingga maksimal pukul 12.00 WIB. Dan kami pastikan penyajian dari dapur kami itu sebelum waktu maksimal," ucapnya.


"Jika makanan dibawa pulang dan baru dimakan lewat jam 12 siang, maka kondisi makanan tersebut sudah di luar tanggung jawab pengelola SPPG," tambah dia.


Sementara, Kepala SDN Rongtengah IV, Musyawaman mengatakan, informasi yang beredar tidak jelas sumbernya. Dia mengaku telah melakukan kroscek kepada seluruh guru dan siswa terkait kejadian pada hari Selasa yang dipermasalahkan.


“Saya kumpulkan semua guru dan saya tanya, hasilnya tidak ada nasi yang bau atau basi. Kami ada di sekolah saat itu dan memantau langsung. Bahkan, sisa makanan yang tidak habis karena porsinya banyak, dikumpulkan dan masih layak dikonsumsi oleh guru-guru,” katanya.


Dia juga menepis tuduhan mengenai perampasan handphone siswa untuk mencegah dokumentasi. Menurut dia, sekolah memang memiliki aturan tata tertib yang melarang siswa membawa HP ke sekolah demi kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM). 


“Tidak ada perampasan HP. Siswa kami memang tidak diperbolehkan membawa HP sesuai tata tertib sekolah. Kami menduga ada oknum yang sengaja ingin menjelekkan nama baik sekolah dan program MBG ini,” tegasnya.


"Aturan membawa ponsel di sekolah kami sangat ketat, hanya diperbolehkan jika ada instruksi guru untuk kepentingan ujian. Jadi, tidak ada aksi perampasan ponsel untuk menutupi kondisi makanan. Kami menyayangkan adanya informasi sepihak yang tidak mencantumkan identitas pelapor yang jelas," ucap Musyawaman.


Terpisah, Ida Raya, wali murid kelas 5 SDN Rongtengah IV, menegaskan bahwa tudingan yang beredar di media terkait nasi bau dan tidak layak sama sekali tidak berdasar.


"Anak saya kelas 5 membawa pulang menu MBG hari Selasa itu. Saya sendiri yang memakannya dan saya pastikan itu tidak basi. Logikanya, kalau memang ada masalah pada produksinya, seharusnya makanan yang saya makan juga basi, tapi kenyataannya tidak. Isu itu sama sekali tidak benar," terangnya. (Mukrim)