Satu Keluarga di Pulau Sapeken Sumenep Ditimpa Pohon, Rumah dan Motor Hancur
Redaksi - Thursday, 22 January 2026 | 07:49 AM


salsabilafm.com - Kamis dini hari (22/1/2026) menjadi waktu paling menegangkan bagi Waris dan Farida, warga Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sebab, rumah kayu yang mereka tempati bersama anaknya, Hana (7), roboh setelah tertimpa pohon kapuk besar yang tumbang tersapu angin kencang.
Sejak sepekan terakhir, angin kencang dan hujan deras telah melanda wilayah kepulauan Sapeken. Meski begitu, Waris dan keluarganya tetap bertahan di rumah kayu berukuran sekitar 6x11 meter itu. Mereka berharap, kondisi segera membaik dan rumah sederhana mereka masih cukup aman untuk ditinggali.
Namun, angin kencang yang terjadi Kamis dini hari itu, justru membawa petaka. Sebuah pohon kapuk besar setinggi sekitar delapan meter, yang berada tidak jauh dari rumahnya, tiba-tiba tumbang. Benturan keras membuat rumah kayu milik Waris roboh, nyaris rata dengan tanah.
Nahasnya, Waris tidak sempat menyelamatkan diri keluar rumah. Dia memilih bertahan dan berusaha melindungi istri serta anaknya dari reruntuhan kayu dan dahan pohon.
Akibatnya, Waris mengalami luka di bagian telinga kanan dan harus mendapatkan jahitan. Sementara Farida dan Hama selamat tanpa mengalami luka serius.
"Korban tidak sempat menyelamatkan diri. Waris berusaha melindungi anak dan istrinya," kata Manto, kerabat korban.
Selain rumah yang rusak total, satu unit sepeda motor milik Waris juga rusak berat. Motor itu hancur tertimpa batang dan dahan pohon kapuk, sehingga tidak bisa digunakan.
"Material rumah yang seluruhnya berbahan kayu, tidak mampu menahan beban pohon kapuk yang besar. Puing-puing rumah bercampur batang pohon masih berserakan," tambah dia.
Waris dan keluarganya sementara terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Dia berharap segera mendapat bantuan dari pihak berwenang.
Pemuda desa setempat, Rahem, mengatakan, peristiwa itu telah dilaporkan kepada pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep. Tujuannya, agar korban segera mendapatkan bantuan, terutama untuk kebutuhan tempat tinggal sementara.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke desa dan BPBD. Rumah korban rusak total dan tidak bisa ditempati lagi," ujar Rahem.
Karena lokasi berada di wilayah kepulauan kecil dengan akses terbatas, proses pembersihan hanya bisa dilakukan secara manual. "Warga bergotong royong membersihkan reruntuhan rumah dan batang pohon bersama tim terbatas," pungkasnya. (*)
Next News

Tepis Stigma Pesantren Ketinggalan Zaman, Nurul Huda: Kualitasnya Setara Sekolah Unggulan
7 hours ago

Puluhan Warga Sampang Laporkan Dugaan Investasi Bodong, Kerugian Ditaksir Rp23 Miliar
7 hours ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Sampang Cek Stok Beras Bulog dan Minyak Kita
7 hours ago

Pemkab Sumenep Bolehkan Pedagang Berjualan Siang Hari Selama Ramadan
9 hours ago

H-1 Ramadan, Warga Pulau Mandangin Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir
9 hours ago

Disdik Sampang Lobi Pusat, Minta Dana BOS Bisa Dipakai Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
9 hours ago

Terekam CCTV, Pria di Bangkalan Bobol Toko untuk Curi Rokok
9 hours ago

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
a day ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago





