Ayatollah Ali Khamenei Dilaporkan Meninggal dalam Serangan Militer Amerika-Israel
Redaksi - Sunday, 01 March 2026 | 08:36 AM


salsabilafm.com – Media pemerintah Iran, Tasnim News Agency dan Fars News Agency, yang disebut terafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam rangkaian serangan militer yang diklaim melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), juga menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban. Namun hingga kini, belum ada verifikasi independen dari lembaga internasional terkait kabar tersebut.
Media Iran juga menyatakan pemerintah menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan meliburkan kegiatan publik selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Khamenei telah meninggal dunia akibat operasi militer gabungan AS dan Israel. Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal," tulis Trump dalam unggahannya.
Trump menyebut operasi tersebut didukung sistem intelijen dan teknologi pelacakan canggih AS yang bekerja sama dengan Israel. Ia juga menegaskan serangan akan terus berlanjut selama dianggap perlu demi kepentingan keamanan regional.
Namun, klaim tersebut langsung dibantah pemerintah Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman.
Baghaei menyatakan laporan mengenai tewasnya pemimpin Iran adalah informasi yang tidak benar dan memastikan pemerintahan serta militer tetap beroperasi seperti biasa.
Di tengah meningkatnya konflik, media pemerintah Iran melaporkan serangan terhadap sebuah sekolah di wilayah selatan negara itu menewaskan sedikitnya 108 orang. Secara keseluruhan, korban tewas akibat serangan di berbagai wilayah Iran disebut mencapai sedikitnya 201 orang di 24 provinsi.
Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan ke sejumlah target Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.
Situasi ini memicu ketegangan kawasan semakin tajam. Sejumlah negara di Timur Tengah dilaporkan menutup sementara wilayah udara mereka untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik yang lebih luas. (*)
Next News

Tinjau Wisata Capak, Bupati Pamekasan: Para Tokoh Belum Sepakat, Harus Dialog Terbuka
a day ago

Curi Tiga Poin di Surabaya, Madura United Menjauh dari Degradasi
a day ago

Plastik Mahal dan Langka, Pengrajin Tempe di Sampang Gunakan Daun Pisang
a day ago

Suntik Rp228 Juta, Diskan Sampang Pacu Produksi Perikanan Air Tawar
a day ago

Polisi Kejar Penyebar Video 'Pamekasan Viral'
2 days ago

Perda Desa Wisata Disahkan, Sampang Bidik Tren 'Satisfaction Tourism'
2 days ago

KDKMP Sampang Siap Beroperasi Agustus, Diproyeksikan Jadi Mitra SPPG
2 days ago

Warga Pamekasan Diringkus Polisi di Sampang, Diduga Tipu Lansia Rp11 Juta
3 days ago

2 Kades di Bangkalan Diperiksa KPK, Diduga Terkait Korupsi Dana Hibah Pokmas Jatim
3 days ago

Kemenhaj Pamekasan Ingatkan Jamaah Haji Tidak Jualan Rokok di Tanah Suci
3 days ago




