Jumat, 23 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Asyik Nongkrong di Warung, 6 Pelajar di Bangkalan Diamankan Satpol PP

Redaksi - Friday, 23 January 2026 | 08:33 AM

Background
Asyik Nongkrong di Warung, 6 Pelajar di Bangkalan Diamankan Satpol PP
Siswa diamankan satpol PP. ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Enam siswa dari dua sekolah diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Mereka tertangkap basah sedang merokok di warung.


Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Ariek Moein mengatakan, enam siswa itu berasal dari SMKN 2 Bangkalan dan siswa SMKN 3 Bangkalan. 


"Yang 5 siswa dari SMKN 2 dan yang satu dari SMKN 3," ujarnya, Jumat (23/1/2026).


Enam siswa itu diamankan di satu tempat, yakni di sebuah warung yang ada di Jalan Soekarno-Hatta atau di seberang Polres Bangkalan. Saat petugas tiba di lokasi itu, beberapa siswa sedang asyik merokok.


 "Ada beberapa yang merokok, yang lainnya hanya nongkrong di warung saja," ungkapnya


Para siswa tersebut lalu dibawa ke kantor Satpol PP Bangkalan untuk diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya. Petugas juga meminta agar para siswa bisa belajar di sekolah dengan baik. 


"Kami lakukan pembinaan dan meminta siswa belajar dengan baik. Karena mereka ini izin berangkat dari rumahnya untuk sekolah tapi justru tidak masuk sekolah," imbuhnya.


Untuk memberikan efek jera, petugas juga memanggil guru dan orangtua masing-masing siswa. Itu dilakukan agar guru dan orangtua bisa turut mengawasi siswa sehingga kejadian itu tidak terulang. 


"Kami panggil orangtua dan gurunya. Sehingga mereka bisa melihat langsung jika anak-anak ini memang bolos sekolah," jelas Ariek.


Sementara, Kepala SMKN 2 Bangkalan, Qurrotuainy membenarkan siswanya telah diamankan Satpol PP. Pihaknya langsung menugaskan bagian kesiswaan untuk mendatangi kantor Satpol PP. 


"Iya betul, bagian kesiswaan sudah ke Satpol PP dan sudah dilakukan pembinaan juga di sana," ungkapnya.


"Ke depan, kami akan lebih memperhatikan siswa lebih ketat agar tak ada lagi siswa yang membolos di jam sekolah," tutup dia. (*)