Warga Kepulauan di Sumenep Krisis Elpiji Akibat Cuaca Buruk
Redaksi - Friday, 23 January 2026 | 09:05 AM


salsabilafm.com - Warga desa Pulau Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mengalami krisis elpiji sejak sepekan terakhir, akibat cuaca buruk yang mengganggu jalur distribusi laut. Pulau Sakala, yang berada di wilayah paling timur Kabupaten Sumenep sepenuhnya bergantung pada pasokan elpiji dari luar pulau.
Untuk mendapatkan elpiji, warga Pulau Sakala biasanya menggunakan perahu kecil, yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan perahu taksian.
Eva, warga setempat, mengatakan, suplai elpiji ke Pulau Sakala sudah terhenti cukup lama. Akibatnya, warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
"Sudah hampir dua pekan ini tidak ada suplai elpiji sama sekali ke Pulau Sakala," kata Eva, Jumat (23/1/2026).
Dalam kondisi normal, lanjut Eva, elpiji masuk ke Pulau Sakala sekitar 2-3 kali dalam sepekan.
Namun, cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi, membuat perahu taksian tidak berani berlayar.
"Sekarang benar-benar tidak ada," ucapnya.
Kelangkaan elpiji membuat sebagian warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak.
Eva menyebut, kondisi itu cukup menyulitkan, terutama bagi ibu rumah tangga yang sudah terbiasa menggunakan elpiji. "Katanya ada yang sudah pakai (kayu bakar), tapi ya sekarang cari kayu juga tidak semudah dulu," ungkap dia.
Hal senada disampaikan oleh Jana, warga setempat. Menurut dia, elpiji di Pulau Sakala sudah benar-benar langka sejak sepekan terakhir. Seluruh toko yang biasanya menjual elpiji kini kosong.
"Sudah satu minggu ini benar-benar langka, tidak ada elpiji sama sekali di toko," ujar dia.
Jana menjelaskan, pasokan elpiji ke Pulau Sakala biasanya datang dari dua jalur, yakni dari Sumenep dan dari Banyuwangi. Namun, kedua jalur itu terhenti akibat cuaca buruk.
Di Desa Pulau Sakala, ada sekitar 10 toko yang biasa menjual elpiji. Namun saat ini seluruhnya dalam kondisi kosong. Jana berharap, pemerintah segera mencari solusi agar pasokan elpiji kembali normal.
"Kalau cuaca terus begini, kami berharap ada perhatian khusus supaya kebutuhan elpiji warga tetap bisa terpenuhi," tuturnya. (*)
Next News

O2SN 2026 Resmi Dibuka, 84 Pelajar SD di Sampang Perebutkan Tiket ke Provinsi Jatim
10 hours ago

Pertamina Tambah 1,5 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jatim Selama Libur Iduladha
10 hours ago

PCNU Sampang Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
10 hours ago

2 Penganiaya Guru Tugas di Sampang Divonis 5 Tahun Penjara
a day ago

Jelang Iduladha, Jalan Raya Blega Bangkalan Macet Imbas Pasar Hewan
a day ago

Harga Cabai dan Bawang Merah di Sampang Naik Jelang Lebaran Kurban
a day ago

Paus 4 Meter Terdampar di Pantai Sumenep, Nelayan Evakuasi ke Tengah Laut
a day ago

Wabup Sampang Ajak Pelajar Tolak Narkoba: Kita Harus Berani Katakan Tidak
a day ago

Karapan Sapi 2026 Kembali Digelar di Sampang, Anggaran Hanya Rp75 Juta
a day ago

Ketum MUI Sampang Ajak Masyarakat Menghormati Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukum Rokok
a day ago





