Rupiah Nyaris Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tanya Bank Indonesia
Redaksi - Wednesday, 21 January 2026 | 09:11 AM


salsabilafm.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyebab melemahnya nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp17.000 per dolar Amerika Serikat sebaiknya ditanyakan langsung kepada Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.
Purbaya mengaku heran dengan kondisi pelemahan rupiah tersebut, mengingat aliran modal asing ke Indonesia melalui pasar modal justru tercatat deras.
"Ketika kapital masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka, karena saya tidak bisa intervensi untuk menjelaskan. Itu kan otoritas bank sentral," ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Purbaya juga enggan mengomentari pelemahan rupiah yang terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, fenomena tersebut sepenuhnya menjadi ranah Bank Indonesia.
"Anda tanya ke bank sentral saja apa yang terjadi. Tidak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Makanya ada yang aneh, kan? Anda tanya ke bank sentral," katanya.
Melansir cnnindonesia.com, pantauan pada perdagangan Selasa (20/1/2026) pukul 15.10 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp16.956 per dolar AS, atau nyaris menyentuh Rp17.000.
Purbaya menegaskan, fondasi ekonomi Indonesia saat ini terus diperkuat, sehingga kepercayaan investor seharusnya tetap terjaga. Dia menilai optimisme terhadap perekonomian domestik tercermin dari tren positif pasar modal dalam beberapa waktu terakhir.
"Kalau lihat pasar modal kan naik. Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing yang masuk ke sini juga. Jadi seharusnya dari sisi suplai dolar tidak kekurangan," ujarnya.
Meski demikian, Purabaya kembali menekankan bahwa kebijakan nilai tukar sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia. Purbaya mengaku tidak mengetahui secara detail kebijakan yang diterapkan bank sentral dalam merespons pelemahan rupiah.
Lebih lanjut, Purbaya optimis nilai tukar rupiah akan kembali menguat seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi nasional dan koordinasi kebijakan yang semakin solid dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dia juga mengingatkan para pelaku pasar agar tidak mengambil posisi spekulatif secara berlebihan terhadap pelemahan rupiah.
"Untuk spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long. Pondasi ekonomi kita tidak akan terganggu dan akan terus membaik," pungkasnya.(*)
Next News

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
19 hours ago

Hilal Tak Terlihat di Sampang, Ketua PCNU: Tunggu Keputusan Sidang Isbat dan PBNU
a day ago

Gegara Main Petasan Kalengan, 2 Warga Sampang Alami Luka Bakar
a day ago

Ikuti Ponpes Al Karawi, Warga Desa di Sumenep Mulai Puasa Ramadan Hari Ini
a day ago

Tentukan Awal Ramadan, Lembaga Falakiyah PCNU Sampang Pantau Hilal di Pelabuhan Taddan
a day ago

Warung Makan di Bangkalan Buka Sore Hari Selama Ramadan
20 hours ago

Sore Ini, PCNU Bangkalan Akan Gelar Pemantauan Hilal
20 hours ago

Aklamasi, Kiai Muchlis Nasir Terpilih Jadi Ketua PCNU Pamekasan 2026-2031
2 days ago

Jam Kerja ASN Bangkalan Dipotong Selama Ramadan
2 days ago

Satgas MBG Sampang Pastikan SPPG Mandangin Tetap Jalan: Investor Sudah Ada
2 days ago





