Achsanul Qosasi: KEK Tembakau Madura Perkuat Ekonomi Rakyat dari Hulu hingga Hilir
Redaksi - Wednesday, 03 June 2026 | 07:35 AM


salsabilafm.com – Tokoh Madura, Achsanul Qosasi, menilai percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan memperbaiki tata kelola industri tembakau secara menyeluruh.
Menurut Achsanul, berbagai persoalan yang selama ini membelit sektor tembakau di Madura tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan tarif cukai semata. Diperlukan kebijakan yang mampu menata seluruh rantai usaha, mulai dari petani hingga industri pengolahan hasil tembakau.
"Kita membutuhkan rumah besar yang dapat mengatur seluruh ekosistem tembakau. KEK Tembakau Madura menjadi jawaban untuk memperkuat ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir," ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Presiden Madura United itu menjelaskan, keberadaan KEK Tembakau akan membuka peluang lebih besar bagi petani, pelaku industri hasil tembakau rakyat, hingga pengusaha kecil dan menengah untuk berkembang secara legal dan berdaya saing.
Dia menilai, selama ini nilai ekonomi tembakau Madura belum sepenuhnya dinikmati masyarakat lokal karena masih terdapat berbagai persoalan dalam tata niaga. Di antaranya, lemahnya posisi tawar petani, serta keterbatasan akses usaha rakyat terhadap pengembangan industri.
Achsanul mengungkapkan, gagasan KEK Tembakau Madura bukanlah wacana yang muncul secara tiba-tiba. Konsep tersebut telah disusun melalui kajian akademik selama enam bulan dengan melibatkan lima perguruan tinggi di Madura dan Surabaya.
Berbagai tahapan dilakukan dalam penyusunan naskah akademik, mulai dari focus group discussion (FGD), seminar, survei lapangan, pemetaan wilayah hingga analisis kekuatan dan kelemahan ekonomi masyarakat Madura.
"Hasil kajian menunjukkan bahwa salah satu fondasi terkuat ekonomi Madura adalah sektor tembakau. Karena itu sektor ini harus ditata dan dikembangkan secara lebih serius," katanya.
Menurutnya, Madura memiliki komoditas unggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Tembakau dan garam selama ini menjadi penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat di empat kabupaten di Pulau Madura.
Melalui KEK Tembakau, pemerintah diharapkan dapat menghadirkan sistem yang lebih terintegrasi, mencakup standardisasi mutu, perizinan, pembiayaan, teknologi produksi, pemasaran, logistik hingga pengawasan cukai.
Dengan skema tersebut, pelaku usaha kecil tidak hanya dituntut patuh terhadap regulasi, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.
Achsanul menambahkan, usulan KEK Tembakau Madura telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah se-Madura. Dukungan tersebut menunjukkan adanya kesamaan visi untuk menjadikan sektor tembakau sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.
"Ini bukan sekadar kepentingan industri, tetapi upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura melalui pengelolaan tembakau yang lebih tertata, legal, dan berkeadilan," tegasnya.
Dia berharap, pemerintah pusat segera memberikan perhatian serius terhadap usulan tersebut karena dinilai mampu menjadi instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat penerimaan negara dari sektor hasil tembakau.(*)
Next News

Permintaan Naik, Pemkab Bangkalan Genjot Budidaya Lele untuk Program MBG
14 hours ago

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ratusan Pohon Ditanam di SGMRP Pamekasan
14 hours ago

84 Siswa SMA di Bangkalan Keracunan MBG, 12 Masih Dirawat di Puskesmas
14 hours ago

Polisi Tegaskan Kasus Tindak Pidana Seksual Tidak Bisa Dimediasi dan Dihentikan
14 hours ago

Lantik Direktur Baru, Bupati Sampang: RSMZ Harus Jadi Rumah Sakit Kebanggaan
14 hours ago

Operasi Patuh Semeru 2026 di Sumenep, 7 Pelanggaran Jadi Prioritas
15 hours ago

Kemenhaj Sumenep Imbau Konvoi Penjemputan Jemaah Haji Tidak Dilakukan Berlebihan
15 hours ago

SPMB 2026 di Sumenep, KPK Sebut Jalur Prestasi dan Domisili Rawan Dimanipulasi
15 hours ago

Dinilai Belum Layak, Lapangan Karapan Sapi Sampang Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Presiden
15 hours ago

FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026
15 hours ago





