Minggu, 7 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

10 Kecamatan di Bangkalan Berpotensi Alami Kekeringan, BPBD Siapkan Air Bersih

Redaksi - Saturday, 06 June 2026 | 07:08 AM

Background
10 Kecamatan di Bangkalan Berpotensi Alami Kekeringan, BPBD Siapkan Air Bersih
Ilustrasi kekeringan ( Istimewa/)


salsabilafm.com -  Puluhan desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiapkan ratusan ribu liter air bersih untuk didistribusikan pada masyarakat terdampak. 


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, mengatakan, pemetaan wilayah terdampak kekeringan masih sama dengan tahun sebelumnya.




Terdapat 27 desa dengan 15.789 keluarga yang berpotensi mengalami kekeringan. Mereka tersebar di 10 kecamatan. Yaitu, Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar dan Klampis. 


"Dari jumlah itu, 17 desa berpotensi mengalami kekeringan dengan tingkat kekeringan tinggi. Sedangkan jumlah KK yang terdampak ada 15.789," kata Arif, Sabtu (6/6/2026).


Arif menjelaskan, pada musim kemarau, rata-rata sumur di 27 desa bergantung pada curah hujan. Akibatnya, pada saat kemarau panjang, sumur yang menjadi penadah hujan tidak terisi




"Dari puluhan desa itu, ada satu desa yang memang tidak memiliki sumber mata air. Sehingga, saat kemarau sangat terdampak," ujarnya. 


Untuk menghadapi musim kemarau di tahun ini, pihaknya menyediakan 300.000 liter air bersih. Nantinya, air bersih itu akan didistribusikan pada warga terdampak kekeringan yang ada di Bangkalan.




"Untuk distribusinya nanti menggunakan mobil tangki, tersedia dengan kapasitas 5.000 dan 6.000 liter per tangki," katanya. 


Arif juga mengatakan, masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa menghubungi kepala desa setempat dan secara berjenjang akan dilaporkan ke kecamatan lalu ke BPBD.


Dia berharap, masyarakat bisa proaktif melapor sehingga kekeringan bisa segera diatasi. 




"Sampai saat ini masih belum ada permintaan suplai air bersih dari masyarakat," pungkasnya. (*)