salsabilafm.com – Komunitas Pendaki Gunung Madura (KPGM) memperingati anniversary ke-5 di Sampang Sport Centre (SSC), Sabtu (29/11/2025) malam. Acara berlangsung hangat dengan penyampaian duka cita atas berbagai bencana terbaru, termasuk erupsi Semeru dan banjir di Sumatera.
Achonk Zaien, Ketua KPGM menceritakan perjalanan komunitas yang bermula dari grup Facebook pada 2019 hingga menjadi komunitas pada tahun 2020. Ia berterima kasih kepada anggota dari seluruh Madura atas loyalitas dan kontribusi dalam menjaga eksistensi KPGM di dunia nyata maupun digital. Dia jelaskan, selain pendakian, KPGM juga aktif dalam kegiatan sosial seperti peduli lingkungan dan berbagi takjil setiap Ramadan.
“Semoga KPGM tetap solid, tetap eksis, baik di dunia nyata maupun digital, dan bermanfaat bagi lingkungan serta banyak orang,” ujar Achonk.
Pegiat lingkungan FPRB, Agus Hendra Purnomo, mengajak pendaki berkomitmen menanam minimal dua pohon di setiap pendakian sebagai bentuk sedekah dan kontribusi menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, anggota KPGM sendiri rutin melakukan pendakian tiga bulan sekali di tingkat kabupaten dan pendakian besar setahun sekali.
“Menanam satu pohon adalah sedekah. Satu pohon menyumbangkan oksigen dan itu sangat berharga. Kami berharap teman-teman pendaki bisa menanam dua pohon pada tiap pendakian,” jelas Hendra.
Sementara, Ketua FPRB Sampang, Moh Hasan Jailani, mengapresiasi keberanian KPGM untuk terus bergerak dan mengingatkan bahwa kondisi alam kini semakin tidak stabil. Pria yang akrab disapa Mamak ini juga menginformasikan adanya posko FPRB se-Jawa Timur di area Semeru bagi pendaki yang ingin melakukan aksi sosial.
“Kami sangat bergembira karena KPGM yang sudah berumur 5 tahun kini berani memunculkan dirinya dan bergerak di tengah persoalan-persoalan hari ini,” kata Mamak. (syie)

