Perjalanan KH. Sholahur Robbani Sebagai Ketua Komunitas Perupa Sampang
SalsabilaNews - Monday, 30 August 2021 | 08:09 AM



Mengenang KH. Sholahur Robbani sebagai budayawan yang pertama menahkodai Komunitas Perupa Sampang (KPS), pameran seni rupa bertajuk "Sang Pejuang Olle Ollang #6" digelar di Hutan Jati Jalan Pajudan Sampang, Minggu (29/8/2021) pagi.
"Tujuan diadakan pemeran out bound ini untuk mengenang ketua KPS sebelumnya yakni Al- Marhum KH. Sholahur Robbani, sehingga setiap bulan Agustus KPS selalu merayakan dengan tajuk Sang Pejuang Olle Ollang," ungkap Chairil Alwan Ketua Komunitas Perupa Sampang.
Dalam kesempatan yang sama, Achmad Junaidi, seorang anggota KPS mengisahkan, KH. Sholahur Robbani selain sebagai Ulama muda yang kharismatik dan visioner juga merupakan Budayawan yang telah memperjuangkan berdirinya KPS hingga eksis sampai saat ini.
"Sebelum terbentuknya KPS Sekitar tahun 2002 beliau bergabung di komunitas seni yang ada di Kabupaten Sampang, beliau sangat mengapresiasi bahkan di pameran pertama beliau menyumbang sebesar 500 ribu rupiah," ungkapnya.
"Akhirnya, dengan berjalannya waktu pada tahun 2003 terbentuklah Komunitas Perupa Sampang. Kemudian dengan ketokohannya, beliau KH. Sholahur Robbani diangkat sebagai ketua KPS pertama," tambahnya.
Ia menjelaskan, sebagai seniman sekaligus budayawan, aliran konsep dari karya-karya Ra Shol (sapa akrab KH. Sholahur Robbani) rata-rata bersifat religi dan tantang keagamaan.
"Karya beliau itu simple tapi mempunyai makna yang sangat dalam. Ada 20 lebih karya beliau yang sudah diangkat di canvas yang bertema religi dan puluhan lagi masih berbentuk sketsa," ungkapnya.
Lantas dia berharap, anggota KPS saat ini terus jalan meningkatkan kreativitas dan peka terhadap sosial sehingga bisa menyumbangsih dalam Pemerintahan untuk meneruskan perjuangan KH. Sholahur Robbani melalui jalur seni. (Mukrim)
Next News

Mengenal Hormon: Si Kurir Kimia yang Mengatur Mood, Stres, hingga Urusan Cinta
13 days ago

Kenapa Kita Masih Butuh Festival Budaya di Era FYP dan Media Sosial?
14 days ago

Pentingnya Festival Budaya di Era Digital dan Media Sosial
14 days ago

Gen Z dan Tradisi Daerah: Kolot atau Justru Keren?
14 days ago

Thrifting, Mix and Match, dan Capsule Wardrobe: Strategi Fashion Hemat
14 days ago

Dari Pasar Senen ke Instagram: Evolusi Tren Thrifting di Indonesia
14 days ago

Psikologi di Balik Hobi Koleksi: Kenapa Kita Suka Mengumpulkan Barang yang Tak Masuk Akal?
14 days ago

Seni Menjaga Hati dan Dompet Saat Jatuh Cinta di Era Modern
16 days ago

Tips Memilih Kurma Terbaik Saat Jadi Tren di Bulan Ramadan
16 days ago

Kenapa Badan Terasa Lowbat Setiap Hari? Ini Penjelasannya
17 days ago





