Thrifting, Mix and Match, dan Capsule Wardrobe: Strategi Fashion Hemat
Redaksi - Saturday, 28 February 2026 | 09:00 AM


Seni Tetap Kece Tanpa Bikin Dompet Koma: Panduan Fashion Hemat ala Anak Muda Masa Kini
Siapa sih yang nggak pengen tampil keren pas lagi nongkrong di coffee shop atau sekadar jalan-jalan di mall? Di era gempuran media sosial kayak sekarang, tekanan buat selalu gonta-ganti baju atau pakai brand ternama itu rasanya nyata banget. Tiap buka TikTok, ada aja racun belanja lewat konten OOTD (Outfit of The Day) yang bikin kita merasa lemari baju kita udah ketinggalan zaman. Padahal, kalau dituruti terus, bisa-bisa saldo di rekening sisa angka minimal alias cuma cukup buat beli gorengan sampai akhir bulan.
Fenomena ini sering banget bikin kita terjebak dalam dilema antara gengsi dan kondisi finansial. Tapi, jujur aja, menjadi modis itu nggak harus selalu identik dengan barang mewah atau label desainer yang harganya setara cicilan motor. Fashion itu soal kreativitas, bukan soal seberapa tebal dompet kamu. Kita perlu belajar seni "Fashion Hemat" yang bukan berarti pelit, tapi lebih ke arah cerdik dalam memilih dan memadupadankan apa yang kita punya.
Thrifting: Antara Hobi dan Solusi Ekonomi
Beberapa tahun belakangan, istilah "thrifting" atau berburu baju bekas jadi tren yang meledak banget di kalangan anak muda. Dulu, mungkin orang bakal malu kalau ketahuan pakai baju bekas orang lain. Sekarang? Pakai baju "vintage" hasil nemu di tumpukan baju Pasar Senen atau Gedebage malah dianggap punya pride tersendiri. Ada kepuasan batin pas kita berhasil dapet blazer merk internasional cuma dengan harga selembar uang lima puluh ribuan.
Namun, kita juga harus hati-hati. Thrifting sekarang udah nggak semurah dulu sejak jadi tren arus utama. Banyak penjual di platform online yang melabeli barangnya dengan kata "rare" atau "curated" terus harganya dinaikin berkali-kali lipat. Tips hematnya: jangan malas buat turun langsung ke pasar loak. Emang sih harus sedikit berkeringat dan butuh ketelitian buat cek noda atau jahitan yang lepas, tapi di situlah letak seninya. Thrifting mengajarkan kita buat nggak asal konsumsi dan lebih menghargai sejarah di balik selembar pakaian.
Strategi Mix and Match: Satu Baju, Seribu Gaya
Pernah nggak sih kamu berdiri di depan lemari yang penuh baju, tapi merasa "nggak punya baju buat dipakai"? Nah, itu tandanya kamu belum menguasai ilmu mix and match. Fashion hemat itu kuncinya ada di kemampuan memutar otak. Satu kemeja flanel, misalnya, bisa jadi tiga gaya berbeda. Bisa dikancing rapi buat acara formal, dijadikan outer dengan kaos polos di dalamnya buat gaya kasual, atau diikat di pinggang buat nambahin tekstur pada tampilan streetwear kamu.
Di sinilah konsep "Capsule Wardrobe" masuk sebagai penyelamat. Alih-alih beli baju bermotif ramai yang cuma bisa dipakai sesekali, mending investasi di basic items. Kaos putih polos, celana denim dengan potongan yang pas, blazer hitam, dan sneakers putih adalah pondasi yang wajib ada. Baju-baju basic ini kayak bumbu dapur; gampang dicampur sama apa aja dan nggak bakal pernah mati gaya. Dengan punya koleksi dasar yang solid, kamu nggak perlu lagi beli baju baru setiap kali ada undangan acara.
Lawan Arus Fast Fashion
Kita hidup di zaman di mana tren fashion berubah secepat ganti status WhatsApp. Minggu ini lagi musim warna neon, minggu depan udah pindah ke gaya "coquette". Industri fast fashion emang didesain buat bikin kita merasa tertinggal kalau nggak belanja terus. Masalahnya, baju-baju murah dari industri ini biasanya punya kualitas yang seadanya. Sekali cuci langsung melar atau warnanya pudar.
Fashion hemat itu juga berarti berpikir jangka panjang. Lebih baik beli satu celana yang agak mahal dikit tapi awet dipakai lima tahun, daripada beli celana murah yang cuma bertahan tiga bulan. Anggap aja ini sebagai investasi. Lagipula, gaya yang benar-benar otentik itu muncul dari karakter pribadi kita, bukan dari seberapa rajin kita ngikutin tren yang lewat di timeline. Jangan biarkan algoritma yang nentuin gaya berpakaian kamu.
Detail Kecil yang Mengubah Segalanya
Kadang, yang bikin sebuah outfit terlihat mahal bukan bajunya, tapi gimana cara kita membawakannya. Aksesori punya peran besar di sini. Topi, kacamata hitam, jam tangan, atau bahkan cara kamu menggulung lengan baju bisa kasih impresi yang beda banget. Kamu bisa pakai kaos diskonan sepuluh ribuan, tapi kalau dipadukan dengan aksesoris yang pas dan kepercayaan diri yang tinggi, orang bakal ngira itu barang branded.
Selain itu, kebersihan adalah kunci. Baju mahal sekalipun kalau lecek dan bau matahari bakal kelihatan nggak banget. Rajin menyetrika baju dan memastikan sepatu selalu bersih adalah cara paling murah buat tetap terlihat elegan. Nggak butuh modal besar buat tampil rapi, cuma butuh niat dan sedikit usaha tambahan sebelum keluar rumah.
Kesimpulan: Style is an Attitude
Pada akhirnya, fashion hemat adalah soal gimana kita merasa nyaman dengan apa yang kita pakai tanpa harus mengorbankan jatah makan siang. Jangan sampai demi terlihat "skena" di mata orang lain, kita malah jadi stres sendiri mikirin tagihan kartu kredit. Dunia nggak bakal kiamat cuma karena kamu pakai baju yang sama di dua postingan Instagram yang berbeda.
Jadilah kreatif dengan apa yang ada. Pinjam baju kakak, rombak celana lama jadi pendek, atau tukar-tukaran baju sama teman (sharing wardrobe) bisa jadi solusi asik buat nambah variasi gaya tanpa keluar uang. Ingat, yang orang lihat pertama kali itu adalah pembawaan kamu. Kalau kamu percaya diri dan punya attitude yang baik, baju apapun yang nempel di badan bakal kelihatan berkelas. Jadi, sudah siap bongkar lemari dan eksperimen gaya baru besok pagi?
Next News

Kenapa Kita Masih Butuh Festival Budaya di Era FYP dan Media Sosial?
19 minutes ago

Pentingnya Festival Budaya di Era Digital dan Media Sosial
19 minutes ago

Gen Z dan Tradisi Daerah: Kolot atau Justru Keren?
19 minutes ago

Dari Pasar Senen ke Instagram: Evolusi Tren Thrifting di Indonesia
19 minutes ago

Psikologi di Balik Hobi Koleksi: Kenapa Kita Suka Mengumpulkan Barang yang Tak Masuk Akal?
19 minutes ago

Seni Menjaga Hati dan Dompet Saat Jatuh Cinta di Era Modern
2 days ago

Tips Memilih Kurma Terbaik Saat Jadi Tren di Bulan Ramadan
2 days ago

Kenapa Badan Terasa Lowbat Setiap Hari? Ini Penjelasannya
3 days ago

Lingkaran Setan Emotional Eating dan Dampaknya pada Kesehatan
3 days ago

Hustle Culture dan Burnout: Kenapa Generasi Sekarang Mudah Lelah Mental
3 days ago





