Bisnis Menjanjikan, Dispertan Sampang Ingatkan Petani Soal Usia Produksi Porang
SalsabilaNews - Thursday, 29 April 2021 | 09:33 AM



Budidaya Tanaman Porang menjadi tren atau fenomenal beberapa akhir ini, karena dinilai berekonomis tinggi atau bisa memberikan omset tinggi bahkan dikatakan bisa mencapai miliaran rupiah seperti di Madiun.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Sampang, Suyono memberikan catatan bahwa umur Porang itu sendiri 3 tahun.
Disebutkan di Kota Bahari telah ada beberapa petani yang telah mengembangkan tanaman Porang seperti yang pertama di Pelenggiyan Kedungdung yang awal nya ada dua hektar lahan, kini telah berkembang menjadi empat hektar, kemudian di Sokobanah dan Camplong.
"Prinsipnya kita tetap mendukung, karena apalagi itu untuk kasejahteraan petani dan memang hasilnya melimpah, jadi dengan nilai jual yang tinggi harapannya pendapatan petani lebih banyak," paparnya.
"Tetapi kita juga mengingatkan karena umurnya tiga tahun, yang ingin mengembangkan ini, mikir mikir dulu, kecuali memang daerah – daerah dibawah tegaan atau tanaman induk," Lanjut Suyono.
Untuk membantu pengembangan Tanaman Porang di Sampang yaitu dengan mengirimkan staff Disperta dan Bappeda untuk mendapat informasi ke Madiun, bagaimana pengembangan Porang disana dan disampaikan kepada penyuluh – penyuluh yang ada di 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang.
"Beberapa kecamatan memang yang sudah nanam Robatal, Kedundung, Sokobanah, Camplong, Omben, lainnya masih mempertimbangkan karena umurnya yang tiga tahun," imbuhnya.
Disampaikan pula, pengembangan pertama di Daerah Kecamatan Kedungdung yaitu dengan Bulbil atau Kolatak yang tumbuh disela – sela daun yang nantinya ditanam.
Sedangkan bagi kelompok yang mengajukan pengembangan tanaman Porang diakomodir dengan anggaran dari Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) berasal dari DAU Kabupaten.
"Anggarannya satu kelompok tani kalau tidak salah 25 juta rupiah," katanya.
Menurutnya kelompok tani yang terdata saat ini sebanyak 1136 kelompok, baik itu kelompok tani Porang, Bawang Merah, Kacang Tanah, Padi, dan Jagung.
Pihaknya mengingat bahwa yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan Porang, yaitu maksimal berproduksi ketika sudah 3 tahun, kemudian harus ada asosiasi agar pasarnya jelas, dan lebih banyak berkomunikasi dengan Dinas terkait agar bisa dilakukan koordinasi dengan petani Porang Madiun atau Banyuangi. (Abbaz)
Next News

Mengenal Hormon: Si Kurir Kimia yang Mengatur Mood, Stres, hingga Urusan Cinta
13 days ago

Kenapa Kita Masih Butuh Festival Budaya di Era FYP dan Media Sosial?
14 days ago

Pentingnya Festival Budaya di Era Digital dan Media Sosial
14 days ago

Gen Z dan Tradisi Daerah: Kolot atau Justru Keren?
14 days ago

Thrifting, Mix and Match, dan Capsule Wardrobe: Strategi Fashion Hemat
14 days ago

Dari Pasar Senen ke Instagram: Evolusi Tren Thrifting di Indonesia
14 days ago

Psikologi di Balik Hobi Koleksi: Kenapa Kita Suka Mengumpulkan Barang yang Tak Masuk Akal?
14 days ago

Seni Menjaga Hati dan Dompet Saat Jatuh Cinta di Era Modern
16 days ago

Tips Memilih Kurma Terbaik Saat Jadi Tren di Bulan Ramadan
16 days ago

Kenapa Badan Terasa Lowbat Setiap Hari? Ini Penjelasannya
17 days ago





