Walikota Surabaya Terima 15 Laporan Dugaan Pungli Pengurusan KTP dan KK
Redaksi - Friday, 12 September 2025 | 06:00 PM


salsabilafm.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku telah menerima sekitar 15 laporan dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Laporan tersebut masuk melalui pesan di akun Instagram pribadinya maupun WhatsApp.
"Ada sekitar 15 laporan dugaan pungli yang saya terima. Tapi ini mau saya hubungi dulu karena tidak ada bukti, hanya menyampaikan saja. Maka saya ingin ada buktinya, atau kalau tidak ada buktinya, dia (pelapor) mau jadi saksi," ujar Eri, Jumat (12/9/2025), Dilansir dari kumparan.
Sebelumnya, Eri juga menerima laporan pungli terkait pengurusan KK di Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang. Dia bahkan turun langsung ke lokasi dan meminta lurah serta camat setempat menindaklanjuti laporan tersebut dengan menemui oknum Ketua RT yang dilaporkan.
Menurut Eri, mayoritas laporan pungli yang masuk berkaitan dengan pengurusan administrasi kependudukan. Jika terbukti dilakukan sebelum penandatanganan komitmen integritas pejabat publik beberapa waktu lalu, maka sanksinya berupa pemeriksaan inspektorat. Namun, bila terjadi setelah penandatanganan, sanksi langsung berupa pemecatan.
"Kalau sebelum pernyataan, kita sanksi sesuai pemeriksaan dari inspektorat. Tapi setelah ini membuat surat pernyataan, langsung pecat," tegasnya.
Nominal pungli yang dilaporkan bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta. Eri menilai praktik ini mencederai semangat pelayanan publik bersih yang sedang digalakkan Pemkot Surabaya.
Selain ASN, pengurus RT/RW yang terbukti melakukan pungli juga akan diberi sanksi sesuai Perwali Surabaya No 112 Tahun 2022. "Aturannya sudah jelas, ada sanksinya juga," tambahnya.
Eri menegaskan, seluruh layanan administrasi kependudukan di Surabaya gratis, sehingga masyarakat tidak boleh terbebani biaya. Ia juga meluruskan bahwa iuran kampung berbeda dengan pungli, karena bersifat kesepakatan warga.
Eri berharap lurah, camat, dan kepala perangkat daerah dapat menjaga integritas serta memberikan pelayanan transparan. Dia juga mengajak masyarakat agar tidak takut melapor jika menemukan pungli.
"Warga Surabaya tidak boleh takut melapor. Jangan pernah takut dikucilkan. Tapi warga juga jangan menghakimi tanpa ada bukti," pesannya. (*)
Next News

Ponpes Assirojiyyah Kajuk Sampang Gelar Tahlil 7 Hari Wafat KH Syukron Makmun
7 hours ago

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Galis Bangkalan
7 hours ago

Operasi Sikat Semeru, Polres Pamekasan Ringkus 9 Tersangka
7 hours ago

Kuota Solar Habis, SPBU di Pamekasan Terapkan Sistem Buka-Tutup
7 hours ago

2 Pegawai SPPG Sumenep Diciduk Polisi, Diduga Nyabu di Dapur MBG
7 hours ago

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
13 hours ago

Nelayan Sampang Hilang di Perairan Ketapang, Pencarian Hari Pertama Nihil
13 hours ago

Kecelakaan Tunggal di Jalan Imam Bonjol Sampang, Pengendara Vario Meninggal Dunia
a day ago

Catut Nama untuk Minta Uang ke Sekolah, PWI Sampang Akan Laporkan Oknum Pers
a day ago

2 SPBU di Sampang Disanksi Pertamina, Diduga Jual BBM Tak Sesuai Ketentuan
a day ago



