Viral Warga Sumenep Swadaya Perbaiki Jalan, Kepala PUTR: Itu Kan Jalan Desa
Redaksi - Wednesday, 07 January 2026 | 07:38 AM


salsabilafm.com - Video aksi warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya viral di media sosial. Dalam video itu, warga terlihat menambal jalan poros desa yang rusak parah selama bertahun-tahun dengan material seadanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan, ruas jalan yang diperbaiki warga merupakan jalan desa sehingga bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
“Anggaran kita terbatas, tidak semuanya bisa di-support. Cuma kan, tadi Pak Wabup (Wakil Bupati) bilang yang Pragaan Laok ada swadaya. Tapi itu kan jalan desa,” kata Eri, Rabu (7/1/2026).
Eri menegaskan, penanganan jalan desa sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah desa. “Itu kan hak (kewenangan) desa,” ujarnya.
Dia juga mengakui, terdapat beberapa bagian jalan kabupaten yang kondisinya rusak. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas.
“Memang ada bagian-bagian jalan kabupaten, tapi kan anggaran kita terbatas. Ada program-program yang menjadi prioritas,” katanya.
“Kemarin juga efisiensi. Sekarang belum balik anggaran efisiensi,” ujar Eri lagi.
Secara umum, kerusakan jalan di Kabupaten Sumenep masih cukup tinggi. Bahkan, yang kategori rusak berat mencapai 30 persen.
“Kondisi (jalan) yang rusak, cukup banyak se-kabupaten. Yang kategori rusak berat sekitar 30 persen, yang kewenangan kabupaten,” kata Eri.
“Kita butuh anggaran berapa. Kita anggaran terbatas, makanya saya mohon maaf belum bisa melayani beberapa jalan-jalan yang rusak,” sambungnya.
Sementara itu, Koordinator swadaya warga, Abusairi, mengatakan, kondisi jalan di Desa Pragaan Laok sudah rusak lebih dari satu dekade.
“Jalan ini sudah rusak sejak lama dan tidak pernah diperbaiki,” kata Abusairi.
Menurut dia, di beberapa titik lubang jalan cukup dalam dan membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah dan pengendara sepeda motor.
“Sudah sekitar sepuluh tahun lebih kondisinya seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini satu-satunya akses,” ujarnya.
Dalam perbaikan tersebut, warga menambal jalan menggunakan pasir dan sirtu. Sedangkan pada titik yang dianggap paling rawan, warga melakukan rabat beton sederhana agar lebih aman dilalui. Seluruh biaya perbaikan berasal dari iuran masyarakat. Selain itu, dana juga dihimpun melalui siaran langsung di media sosial TikTok.
“Kami iuran seadanya. Ada juga live TikTok. Alhamdulillah terkumpul sekitar Rp30 juta,” pungkas Abusairi. (*)
Next News

Pemkab Sumenep Targetkan 1,9 Juta Kunjungan Wisata Tahun 2026
7 hours ago

Pemkab Sampang Pasang 157 Titik PJU di JLS, Tekan Angka Kriminalitas dan Laka Lantas
in 5 hours

Jejak GPS Bongkar Aksi Maling Mobil, Kendaraan Curian dari Sidoarjo Ditemukan di Madura
in 4 hours

2 ASN di Pamekasan Diberhentikan, Bolos Kerja Lebih 28 Hari
10 hours ago

Hujan Disertai Angin Kencang, 4 Rumah di Bangkalan Rusak
11 hours ago

PDIP Sampang Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Kemunduran Demokrasi dan Cederai Hak Rakyat
11 hours ago

Video Dugaan Pesta Miras di Puskesmas Kedungdung Beredar, Kepala Puskesmas: Kami Belum Tahu
17 hours ago

Hand Traktor Raib di Kantor Disperta KP Sampang, DPRD Curigai Keterlibatan Orang Dalam
14 hours ago

Polres Sampang Umumkan Motor Hasil Ungkap Kasus Curanmor, Ini Daftarnya
a day ago

KUHP-KUHAP Baru Resmi Berlaku, Lukman Hakim: Hukum Tak Hanya Tegas, Tapi Adil dan Manusiawi
a day ago





