Minggu, 22 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Harga Cabai Rawit di Sampang Tembus Rp100 Ribu per Kg

Ach. Mukrim - Sunday, 22 February 2026 | 02:04 AM

Background
Harga Cabai Rawit di Sampang Tembus Rp100 Ribu per Kg
Pdagang cabai di Pasar Srimangunan Sampang. (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Memasuki awal Ramadan 2026, masyarakat Kabupaten Sampang dikagetkan dengan lonjakan harga komoditas cabai yang sangat signifikan. Di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Srimangunan, harga cabai rawit merah kini resmi menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.


Staf Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang, Imam Sufriady, membenarkan adanya kenaikan drastis ini. Menurutnya, kenaikan terjadi secara bertahap dalam sepekan terakhir.


"Saat ini, harga cabai rawit merah yang semula Rp65.000 kini menjadi Rp100.000 per kilogram, cabai merah besar yang semula Rp45.000 menjadi Rp70.000, kemudian cabai Hijau Rp25.000 menjadi Rp45.000," katanya, Minggu (22/2/2026).


Imam menjelaskan, ada dua faktor utama di balik meroketnya harga ini. Pertama, tingginya curah hujan di daerah pemasok seperti Kediri dan Probolinggo mengakibatkan banyak petani mengalami gagal panen akibat penyakit tanaman dan pembusukan.


"Kedua, adanya kenaikan permintaan yang sangat tinggi di awal Ramadan ini. Sementara pasokan dari luar daerah tersendat karena produksi petani menurun," tambahnya.


Menurutnya, ketergantungan Sampang terhadap pasokan dari luar pulau Madura membuat harga di tingkat daerah sangat rentan terhadap gangguan distribusi dan cuaca ekstrem.


"Sampang masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, sehingga gangguan distribusi akibat cuaca di jalur transportasi juga berdampak pada harga modal di tingkat pedagang," jelasnya.


Menanggapi situasi ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menstabilkan harga. Diantaranya, menggelar Operasi Pasar di beberapa titik untuk mendistribusikan kebutuhan pokok dengan harga subsidi guna meringankan beban warga.


"Tim dari Diskopindag terus memantau stok di tingkat agen dan distributor agar tidak terjadi penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," paparnya.


"Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memantau jalur distribusi. Kami harap masyarakat tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan, tidak perlu melakukan panic buying," pungkasnya. (Mukrim)