Jalan Poros Kabupaten di Sampang Rusak Parah, Picu Kecelakaan Saat Hujan
Syabilur Rosyad - Monday, 23 February 2026 | 08:53 AM


salsabilafm.com - Kondisi jalan poros di Desa Taman Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang dikeluhkan warga. Sebab, jalan penghubung antar desa yang menjadi akses vital menuju Omben dan Kedungdung itu bertahun-tahun rusak tanpa ada perbaikan.
Sejumlah titik di badan jalan dipenuhi lubang cukup dalam. Warga mengaku kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.
Salah satu warga berinisial SR (20) mengatakan, jalan tersebut merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui masyarakat untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga keperluan sekolah.
"Ini jalan penghubung antar desa yang sangat krusial bagi perekonomian warga. Tapi sudah lama tidak diperbaiki secara menyeluruh," ujarnya, Senin (23/2/2026).
Dia menuturkan, kondisi jalan yang berlubang bahkan sempat menyebabkan kecelakaan. Beberapa pengendara dilaporkan terjatuh saat melintas, terutama ketika malam hari atau saat hujan turun.
Menurutnya, penanganan yang dilakukan selama ini hanya sebatas tambal sulam menggunakan tanah dan bebatuan. Namun, saat musim hujan, material tersebut justru berubah menjadi lumpur.
"Kalau hujan, jalannya becek dan licin. Bukannya membaik, malah makin menyulitkan pengendara," tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Taman Sareh, Muzammil menegaskan, pihak desa telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan itu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam).
Dijelaskan, status jalan tersebut merupakan jalan poros kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sampang. Sehingga tidak dapat dibiayai melalui Dana Desa.
"Jalan itu penghubung Kecamatan Sampang ke Omben dan Kedungdung. Sudah kami ajukan setiap tahun lewat Musrenbangcam. Karena itu jalan kabupaten, tidak bisa dianggarkan dari Dana Desa," tegasnya.
Warga berharap pemerintah kabupaten segera merealisasikan perbaikan permanen agar akses vital tersebut kembali layak dilalui dan tidak lagi menimbulkan risiko kecelakaan. (Syad)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
7 hours ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
7 hours ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
8 hours ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
11 hours ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
11 hours ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
11 hours ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
2 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
2 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
2 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
a day ago





