Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Pamekasan Imbau Warga Hemat Air dan Waspada Kebakaran
Redaksi - Wednesday, 15 April 2026 | 09:16 AM


salsabilafm.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya dan berpotensi memicu berbagai dampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan, kemarau panjang dapat berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran, hingga terganggunya sektor pertanian.
"Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun sebelumnya, sehingga kami harapkan masyarakat melakukan langkah antisipatif sejak dini, seperti menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pamekasan.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan distribusi air bersih ke wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Selain itu, patroli di daerah rawan kebakaran juga akan ditingkatkan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.
"Dalam waktu dekat, kami akan segera melakukan koordinasi bersama instansi terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi, termasuk distribusi air bersih ke wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan," ungkapnya.
BPBD juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menghadapi potensi kemarau panjang. Kesiapsiagaan bersama dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Tak hanya itu, para petani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca serta memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Percepatan masa tanam juga disarankan selama ketersediaan air masih mencukupi pada bulan April.
"Himbauan juga kami sampaikan kepada para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, serta memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan," sambungnya.
Masyarakat di daerah rawan kekeringan juga diimbau menyiapkan penampungan air sejak dini dan menggunakan air secara bijak. BPBD sendiri telah menyiapkan tandon air serta akan memaksimalkan distribusi air bersih saat puncak kemarau.
"Guna mengantisipasi hal itu, kami meminta masyarakat khususnya para petani agar mempercepat masa tanam selama masih tersedia air pada bulan ini. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak demi menghadapi musim kemarau ini," pungkasnya. (*)
Next News

Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Tidak Buka Pendaftaran, Yang Ada Adalah Jangkauan
7 hours ago

Data Penerima Amburadul, Mensos RI Akui Penyaluran Bansos Banyak Tidak Tepat Sasaran
7 hours ago

Lindungi Sapi Madura, Disperta KP Sampang Perketat Pengawasan Ternak Jelang Iduladha
7 hours ago

Masa Berlaku Uji Kir Kadaluarsa, Puluhan Kendaraan di Sampang Terjaring Operasi Gabungan
8 hours ago

Meriah, 60 Kuda Tampil di Festival Jeren Serek 2026 Sumenep
11 hours ago

Sakit, 2 CJH Pamekasan Tunda Berangkat Haji
11 hours ago

Singapura Apresiasi Upaya RI Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono
11 hours ago

Ratusan Motor di Pamekasan Diamankan, Polisi Minta Pemilik Ambil Kendaraan Sesuai Prosedur
11 hours ago

2 Pendaki WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal Dunia
11 hours ago

15 Tahun Mengajar, Kini Nasib Guru Honorer Ini Terancam Dihapus
11 hours ago





