LPG 3 Kg Langka di Sumenep, Harga Tembus Rp30 Ribu di Kepulauan
Redaksi - Wednesday, 15 April 2026 | 09:14 AM


salsabilafm.com - Kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran tiga kilogram atau LPG "melon" terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memperoleh kebutuhan energi rumah tangga, khususnya untuk memasak.
Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Gapura, Kecamatan Kota Sumenep, hingga daerah kepulauan seperti Kecamatan Arjasa.
Salah seorang pedagang di Kecamatan Gapura, Sugiyanto, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan LPG dalam beberapa hari terakhir. Dia bahkan mendatangi pangkalan terdekat, namun tidak berhasil memperoleh gas bersubsidi tersebut.
"Beberapa hari ini sulit sekali mendapatkan LPG. Di toko-toko kosong, bahkan di pangkalan juga tidak tersedia," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selain langka, harga LPG juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp19 ribu, kini mencapai Rp21 ribu per tabung.
Kondisi serupa juga dirasakan warga Kecamatan Kota Sumenep. Igor Raziqur Razak, warga Desa Parsanga, mengaku harus berkeliling ke sejumlah toko hingga akhirnya mendapatkan LPG di wilayah lain.
"Saya sudah mencari ke beberapa toko terdekat, tapi kosong semua. Akhirnya dapat di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan," katanya.
Kelangkaan juga terjadi di wilayah kepulauan. Warga Desa Pajenangger, Kecamatan Kangayan, Ainul Yaqin menyebut harga LPG di daerahnya bahkan melonjak hingga Rp30 ribu per tabung akibat keterbatasan pasokan.
"Sekarang sangat sulit didapat, dan harganya juga jauh lebih mahal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menegaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina, tidak ada pengurangan distribusi LPG 3 kilogram ke wilayah Sumenep.
Menurutnya, lonjakan permintaan saat momen Hari Raya Idulfitri diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan di tingkat masyarakat, meskipun stok secara umum dinyatakan aman.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan Pertamina serta agen untuk memastikan distribusi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berhak," katanya.
Pemerintah daerah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap agen dan subagen guna memastikan tidak terjadi penyimpangan distribusi.
"Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan dan dapat ditindak oleh aparat penegak hukum," tutupnya. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
17 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
17 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
17 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
17 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
17 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
17 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
17 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
17 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
17 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





