30 Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Bakal Ditempatkan di Sampang
Redaksi - Tuesday, 09 June 2026 | 09:56 AM


salsabilafm.com – Kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan untuk tahun ajaran 2026/2027 berkurang dari sebelumnya 50 siswa menjadi hanya 30 siswa atau satu rombongan belajar (rombel).
Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menjelaskan, pengurangan kuota tersebut dilakukan sesuai ketentuan dan usulan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, sekolah saat ini masih menempati fasilitas yang belum permanen.
Aisyah mengatakan, sebelumnya SRMP 29 Pamekasan menerima 50 siswa. Namun untuk tahun ajaran baru, kuota yang tersedia hanya satu rombel dengan kapasitas 30 siswa.
"Jadi sekarang 30 siswa sesuai dengan usulan pemerintah," ujar dia, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat cukup tinggi. Hingga saat ini jumlah calon siswa yang mendaftar telah melampaui kuota yang tersedia dan bahkan sudah mencapai lebih dari 60 orang.
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Jawa Timur Wilayah Madura, Hanafi, menjelaskan, apabila jumlah pendaftar terus meningkat dan melebihi kuota yang ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dapat mengusulkan penambahan rombongan belajar kepada pemerintah pusat. Namun, usulan tersebut harus melalui mekanisme pleno dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Kata dia, jika usulan penambahan rombel disetujui, tidak semua pendaftar otomatis diterima. Pemerintah tetap akan melakukan seleksi ketat berdasarkan status sosial ekonomi calon siswa agar program tepat sasaran.
"Kalaupun nanti ada penambahan kuota, tetap akan ada seleksi. Prioritasnya adalah anak-anak yang masuk kategori Desil 1 atau keluarga miskin ekstrem sesuai data pemerintah. Jadi yang diterima benar-benar mereka yang paling membutuhkan," tegasnya.
Untuk sementara, pelaksanaan pendidikan bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027 direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Sampang. Sebab, fasilitas Sekolah Rakyat di Sampang telah memiliki gedung permanen yang dinilai lebih representatif dan memadai untuk kegiatan belajar mengajar.
"Proses pembelajaran sementara akan dilaksanakan di Sampang karena fasilitas di sana sudah permanen dan lebih memadai," pungkasnya. (*)
Next News

Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Diprediksi Bertambah, BPBD: Tunggu SK dari Bupati
a day ago

Sempat Hilang Dicuri Maling, Motor Milik Warga Pamekasan Akhirnya Kembali
a day ago

Kecam Pelecehan Seksual terhadap Anak, KOPRI PMII Sampang Desak Pelaku Dihukum Berat
a day ago

SPBU Arahkan Pengguna Jeriken Urus Rekomendasi, Disperta KP: Kalau Diperjualbelikan Kembali Kami Tolak
a day ago

Dinsos PPA Sampang Dampingi Korban Rudapaksa 27 Orang, Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
a day ago

Pemkab Sampang Tunggu Petunjuk ESDM Jatim Tangani Sumur Bor Diduga Mengandung Gas
a day ago

Kantor Imigrasi Pamekasan Deportasi 5 WNA Asal Malaysia dan Pakistan
21 hours ago

Lahan Tembakau di Pamekasan Dirusak OTK, Petani Rugi Rp6,5 Juta
21 hours ago

Desak Polisi Tangkap 27 Pelaku Rudapaksa Anak, DPRD Sampang: Itu Tindakan Biadab
21 hours ago

Gerakan Indonesia Asri 2026 Diluncurkan di Sampang, Dorong Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan
2 days ago





