Viral di Medsos, Polisi Hentikan Ambulans Tanpa Pasien Terobos Macet di Bangkalan
Redaksi - Wednesday, 25 March 2026 | 07:18 AM


salsabilafm.com - Aksi polisi menghentikan ambulans menerobos macet di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, viral di media sosial. Kendaraan tersebut dihentikan lantaran menyalakan sirene dan lampu rotator, namun ternyata tidak membawa pasien.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Galis, Kabupaten Bangkalan, saat kondisi lalu lintas arus balik dalam keadaan padat.
Dalam video yang beredar, ambulans terlihat melaju cukup kencang dari arah timur menuju Surabaya. Kendaraan tersebut membunyikan sirene dan menyalakan rotator sehingga dapat menerobos kemacetan.
Petugas Satlantas Polres Bangkalan, Aipda Eko Darmawan, yang sedang mengatur lalu lintas kemudian menghentikan ambulans tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.
Saat diperiksa, ambulans tersebut diketahui tidak sedang membawa pasien maupun dalam perjalanan menjemput pasien. Kendaraan hanya berisi sejumlah penumpang.
Sopir ambulans mengaku sengaja menyalakan sirene karena mengetahui adanya titik kemacetan parah di depan Pasar Tanah Merah, Bangkalan.
"Kalau tidak ada isinya jangan dinyalakan (rotator). Dinyalakan kalau urgent," tegur Polisi dalam video tersebut.
"Ini macet segini panjangnya sampeyan menyalakan sirene rotator. Minta tolong kerja samanya. Ini kasihan yang sudah mengantre dari pagi," katanya lagi.
KBO Satlantas Polres Bangkalan Ipda Jauhari menjelaskan, ambulans memang termasuk kendaraan prioritas, namun hanya dalam kondisi darurat medis.
Sebelum masuk titik kemacetan Tanah Merah. Kami hentikan di sekitar pasar Galis. Jadi karena itu menerobos dari arah timur, kami coba hentikan untuk mengecek. Setelah kami melakukan pengecekan, ternyata ambulance tersebut kosong tidak ada pasien dan tidak dalam menjemput pasien juga," ujar Jauhari.
"Dipakai untuk mudik atau tidak, kami belum sempat menanyakan. Jadi imbauan kami kepada masyarakat ataupun pengemudi ambulans agar tertib mematuhi aturan yang berlaku. Memang ambulans adalah kendaraan prioritas. Tapi kalau ada pasiennya. Kalau tidak ada kami samakan seperti masyarakat lainnya," pungkas Jauhari. (*)
Next News

Terseret Kasus Dugaan Perselingkuhan, Kapus Robatal Sampang Terancam Dipecat
a day ago

Fasilitas Pantai Camplong Tak Terawat, Disporabudpar Soroti Tanggung Jawab Pengelola
a day ago

SDN di Bangkalan Bakal Dibongkar untuk Sekolah Rakyat, Siswa Belajar di Teras Rumah
a day ago

Pantai Slopeng Sumenep Dipilih Jadi Lokasi Puncak Hari Jadi Jatim ke-81
a day ago

Kadindik Jatim Nilai Wacana Tidak Otomatis Naik Kelas Dorong Murid Lebih Giat Belajar
16 hours ago

OTT di BNPB, KPK Amankan 14 Orang dan Sita Uang Rp1,4 Miliar
16 hours ago

Kecelakaan Innova Vs N-Max di Jalan Raya Camplong Sampang, 3 Orang Dilarikan ke RSUD
17 hours ago

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Penyuluh KB Sampang Salurkan 15 Tangki Air Bersih
2 days ago

KPM PKH Sampang Diminta Teken Pernyataan Bermaterai, Moh Hakim: Benar Ada Surat Tersebut
2 days ago

Dugaan TPPO PMI Asal Sampang: Dijanjikan Kerja di Dubai, Berakhir di Libya
2 days ago





