Selasa, 3 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ulama Sampang Minta Konser Valen Tak Langgar Agama, Panitia: Kami Sanggup Memenuhi

Syabilur Rosyad - Tuesday, 03 February 2026 | 04:57 AM

Background
Ulama Sampang Minta Konser Valen Tak Langgar Agama, Panitia: Kami Sanggup Memenuhi
Puluhan Ulama dan Pengurus Sahabat Organizer saat audiensi di Kantor DPRD Sampang, Selasa (3/2/2026). (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Puluhan ulama dan kiai di Kabupaten Sampang meminta agar pelaksanaan Konser Amal Valen tidak melanggar nilai agama dan norma yang berlaku. Permintaan tersebut disampaikan saat audiensi bersama DPRD Kabupaten Sampang di Aula Rapat DPRD setempat, Selasa (3/2/2026).


Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Sampang, Habib Abdurrahman, menilai konser amal yang menghadirkan penyanyi Valen berpotensi melanggar norma dan syariat Islam apabila tidak dikonsep dengan tepat, sehingga dikhawatirkan dapat berdampak pada kemunduran moral.


"Kami tidak menolak sosok Valen sebagai penyanyi, tetapi menolak konsep konsernya. Jadi bagaimana sekiranya konser itu bisa dikonsep dengan cara lain," ujarnya kepada awak media.


Abdurahman juga menilai kegiatan hiburan yang diselenggarakan oleh Sahabat Organizer tersebut berpotensi menimbulkan lebih banyak dampak negatif dibandingkan manfaatnya bagi masyarakat.


"Mungkin dinamakan konser bertajuk amal, tetapi kami menilai mudharatnya bisa lebih besar," katanya.


Abdurrahman berharap, panitia penyelenggara dapat mengambil langkah bijak dengan mengubah konsep acara agar kekhawatiran para ulama dan kiai dapat diminimalisir.


"Artinya, bagaimana konsep acara ini bisa diperbaiki menjadi lebih baik untuk mengantisipasi dampak negatif ke depannya," tuturnya.


Sementara itu, Ketua Sahabat Organizer, Zakariya, menyatakan, pihak penyelenggara berkomitmen untuk mengakomodasi masukan para ulama guna menekan dampak negatif dari pelaksanaan konser tersebut.


"Kami sanggup memenuhi usulan para ulama terkait penyelenggaraan acara ini. Intinya, kami menunggu solusi seperti apa yang akan ditawarkan," ujarnya.


Menurut Zaka, sapaannya, langkah para ulama tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Sampang.


"Bagi kami, para ulama pada prinsipnya tidak menolak acara ini, hanya meminta agar konsepnya diperbaiki," pungkasnya. (Syad)