Terapkan Hemat Energi, ASN di Bangkalan Akan Ngantor Pakai Sepeda
Redaksi - Wednesday, 25 March 2026 | 07:15 AM


salsabilafm.com - Konflik di Timur Tengah hingga pembatasan Selat Hormuz mengakibatkan harga minyak dunia naik. Hal itu dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan bahan bakar di Indonesia sehingga pemerintah menerapkan hemat energi di tiap instansi, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja'far, mengatakan, pihaknya mulai menerapkan hemat energi.
Pada hari pertama masuk setelah libur lebaran, Fauzan meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menggunakan sepeda pancal atau onthel.
"Selanjutnya, kita akan susun surat edaran dan akan diterapkan untuk ke depannya," ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurut Fauzan, hemat energi tersebut sekaligus turut mengurangi polusi udara di Bangkalan. Selain itu, para pegawai juga bisa berolahraga saat hendak berangkat dan pulang bekerja karena menggunakan sepeda pancal.
Jadi bisa lebih bugar dan semangat dengan mengayuh sepeda," katanya. Rencananya, penggunaan sepeda pancal itu akan diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam hari-hari tertentu. Sehingga, ASN bisa lebih berhemat bahan bakar saat bekerja.
"Ini dalam rangka merealisasikan rencana pemerintah untuk hemat energi dan menerapkan WFH," ujar Fauzan.
Untuk penerapan Work From Home (WFH), Fauzan menyebut, Pemkab Bangkalan masih menunggu adanya aturan resmi dari pemerintah pusat.
"Yang pasti kalau sudah ada aturannya akan kami terapkan," katanya.
Menurut dia, penerapan hemat energi itu berkaitan dengan situasi di Timur Tengah yang sedang memanas. Apalagi, wilayah Timur Tengah menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia.
Melihat perkembangan dan situasi yang tak menentu, mungkin akan berpengaruh terhadap perekonomian dan upaya mengantisipasinya dengan hemat energi dan BBM," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan, rencana hemat energi usai melakukan rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Negara pada Kamis, 19 Maret 2026.
Kebijakan itu dibuat akibat adanya konflik di Timur Tengah yang membuat harga minyak dunia melonjak. Sehingga pemerintah mewacanakan penerapan WFH untuk menghemat energi. (*)
Next News

Dikabarkan Hilang, Nelayan Sumenep Akhirnya Ditemukan Meninggal
13 hours ago

Rumah di Pulau Kangean Sumenep Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
13 hours ago

Viral di Medsos, Polisi Hentikan Ambulans Tanpa Pasien Terobos Macet di Bangkalan
13 hours ago

Setuju Kementerian Komdigi, Pemkab Bangkalan Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos
13 hours ago

Jelang Lebaran Ketupat, Harga Daging Sapi di Bangkalan Capai Rp150 Ribu per Kilogram
13 hours ago

Pergi Kenakan Mukena, Mahasiswi di Sampang Dilaporkan Hilang,
13 hours ago

Motor Terbakar di Jalan Raya Ketapang Sampang, BPBD: Kami Bantu Lakukan Pemadaman
13 hours ago

Pemkab Sampang Resmi Terapkan WFA bagi ASN Pasca Libur Lebaran Idulfitri
13 hours ago

Pemkab Sampang Akan Sanksi Tegas ASN yang Bolos Usai Libur Idulfitri
13 hours ago

Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang di Terminal Sampang Tembus 2.000 Orang
13 hours ago



