Dikabarkan Hilang, Nelayan Sumenep Akhirnya Ditemukan Meninggal
Redaksi - Wednesday, 25 March 2026 | 07:23 AM


salsabilafm.com - Operasi pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (24/3/2026).
Tragedi ini bermula dari laporan penemuan sebuah perahu tak bertuan oleh nelayan setempat. Keanehan terlihat karena mesin perahu tersebut masih dalam kondisi menyala dan melaju ke arah darat, dengan peralatan pancing masih tertata rapi di atasnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung diterjunkan untuk menyisir lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit menjelaskan, korban ditemukan pada Selasa siang sekitar pukul 11.11 WIB, setelah tim mendapat informasi tambahan dari nelayan sekitar.
"Tim SAR Gabungan merapat ke titik koordinat 7° 3' 59,892" LS dan 114° 1' 59,124" BT. Jarak penemuan jenazah kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi awal ditemukannya perahu milik korban," terang Nanang.
Proses evakuasi segera dilakukan dengan membawa jenazah korban menuju Dermaga Talango, yang memakan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan laut.
"Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban langsung kami serahterimakan kepada pihak keluarga menggunakan ambulan untuk dibawa ke rumah duka guna proses pemakaman," tambahnya.
Menyusul ditemukannya korban dan rampungnya proses evakuasi, operasi SAR pun secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Berkaca dari insiden nahas ini, Basarnas mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan pesisir, untuk tidak meremehkan faktor keselamatan saat mencari ikan. Penggunaan alat keselamatan diri dinilai mutlak diperlukan.
"Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, jauh lebih baik dan aman bila nelayan selalu mengecek prakiraan cuaca, kecepatan angin, dan tinggi gelombang sebelum melaut," pungkasnya. (*)
Next News

2 Pelaku Penganiayaan Guru Tugas di Sampang Dituntut 5 Tahun Penjara
10 hours ago

Warga Desa di Sampang Dilatih Ketangguhan Hadapi Bencana
10 hours ago

Pelaku Pencabulan Perempuan Disabilitas di Sampang Ditangkap Polisi, Terancam 15 Tahun Penjara
10 hours ago

Polres Sampang Ungkap 16 Kasus Curanmor, 17 Tersangka Diamankan
10 hours ago

Dari Magetan ke Mancanegara, UMKM Keripik Tempe Binaan Pertamina Tembus Pasar Ekspor
13 hours ago

Masuk Musim Tanam, Harga Per Seribu Bibit Tembakau di Sumenep Capai Rp40 Ribu
13 hours ago

Jelang Iduladha, Lapak Hewan Kurban Bermunculan di Sumenep
13 hours ago

100 Poktan Tembakau di Pamekasan Dapat Bantuan Pupuk Non-Subsidi
13 hours ago

Aliansi BEM Bangkalan Demo DPRD, Desak Program Pemerintah Diawasi Ketat
13 hours ago

Kebakaran Gudang Kayu dan Toko Bangunan di Pamekasan, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar
13 hours ago





