Senin, 18 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Dari Magetan ke Mancanegara, UMKM Keripik Tempe Binaan Pertamina Tembus Pasar Ekspor

Ach. Mukrim - Monday, 18 May 2026 | 07:36 AM

Background
Dari Magetan ke Mancanegara, UMKM Keripik Tempe Binaan Pertamina Tembus Pasar Ekspor
Ita Listiana, pelaku UMKM asal Magetan, Jawa Timur binaan Pertamina. yang sukses membawa produk keripik tempe menembus pasar internasional. (Pertamina untuk salsabilafm/)


salsabilafm.com - Semangat emansipasi perempuan tidak hanya hadir lewat wacana, tetapi juga melalui perjuangan nyata pelaku usaha kecil yang mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai keterbatasan. Kisah itu tercermin dari perjalanan Ita Listiana, pelaku UMKM asal Magetan, Jawa Timur, yang sukses membawa produk keripik tempe H&G menembus pasar internasional.


Perempuan difabel tersebut memulai usahanya sejak 2002 dalam kondisi serba sederhana. Dengan modal dan peralatan terbatas, Ita memproduksi keripik tempe untuk membantu perekonomian keluarga.




"Awalnya hanya ingin membantu ekonomi keluarga. Tapi lama-lama saya ingin usaha ini bisa berkembang lebih jauh," ujar Ita.


Dalam proses merintis usaha, Ita mengaku menghadapi banyak tantangan. Selain minim pengalaman di bidang pemasaran, ia juga sempat kesulitan memperluas jaringan penjualan produknya.


Tak hanya itu, kondisi dirinya sebagai penyandang disabilitas juga membuat sebagian pihak meragukan kualitas produk yang dihasilkannya.




"Dulu semua masih sangat terbatas. Saya belum paham cara pemasaran maupun bagaimana menjual produk agar bisa berkembang. Tidak sedikit juga yang meragukan kualitas produk saya karena saya seorang difabel. Saat itu saya sempat bingung bagaimana cara agar usaha ini bisa maju," katanya.


Perjalanan usaha Ita mulai mengalami perkembangan signifikan setelah bergabung sebagai mitra binaan Pertamina Patra Niaga melalui program UMK Academy. Melalui program tersebut, Ita mendapatkan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga perluasan akses pasar.




"Setelah mengikuti UMK Academy, saya merasa sangat terbantu. Coach dan pendamping yang mengajarkan saya sangat ramah dan terbuka. Saya tidak pernah merasa direndahkan, justru terus didorong untuk berkembang dan percaya diri dengan produk yang saya miliki," tuturnya.


Tak hanya pelatihan, Ita juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai pameran dan business matching yang membantu memperluas jaringan pemasaran produknya.


"Saya diajak mengikuti pelatihan secara langsung dan mendapat kesempatan untuk ikut pameran. Dari situ produk saya mulai semakin dikenal masyarakat. Alhamdulillah sekarang kualitas produk saya tidak lagi diragukan dan saya bangga karena keripik tempe H&G bisa dikenal hingga pasar internasional," lanjut Ita.




Upaya tersebut membuahkan hasil. Keripik tempe H&G kini telah menembus sejumlah pasar internasional, di antaranya Singapura, Malaysia, Korea Selatan, hingga Maladewa.


Salah satu pencapaian penting Ita terjadi pada 5 Maret 2026 saat dirinya bersama lima UMKM lainnya di Kabupaten Magetan mengikuti pelepasan ekspor produk makanan olahan ke Maladewa.




Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM yang berhasil menembus pasar global.


Momentum itu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Ita, tetapi juga bagi Kabupaten Magetan karena produk lokal dinilai mampu menunjukkan daya saing di pasar internasional.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, keberhasilan Ita menjadi salah satu contoh nyata dampak pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Pertamina terhadap pelaku UMKM.




"Kami percaya bahwa UMKM, termasuk yang dijalankan oleh perempuan, memiliki potensi besar untuk berkembang dan naik kelas. Melalui program pembinaan seperti UMK Academy, kami tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke tingkat global," ujar Ahad.


Menurutnya, keberhasilan mitra binaan menembus pasar ekspor menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus menghadirkan program yang adaptif dan berdampak bagi masyarakat.




"Pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM mampu bersaing di pasar internasional. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat," katanya.


Bagi Ita, tempe yang selama ini dianggap sebagai makanan sederhana justru menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi. Melalui ketekunan dan kemauan untuk terus belajar, ia berhasil membawa produk lokal asal Magetan tampil di pasar global.


Kisah Ita sekaligus menjadi gambaran semakin kuatnya peran perempuan dalam dunia usaha. Dukungan yang tepat, kolaborasi, serta keberanian untuk terus melangkah dinilai menjadi kunci penting untuk menembus batas dan membuka peluang baru.




Sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui program pembinaan berkelanjutan guna menciptakan pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menembus pasar internasional. (*)