Warga Desa di Sampang Dilatih Ketangguhan Hadapi Bencana
Ach. Mukrim - Monday, 18 May 2026 | 09:49 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggelar kegiatan penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana sebagai upaya membangun ketangguhan dari tingkat bawah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur, di antaranya perangkat desa dari lima kecamatan, yakni operator desa, BPBD Sampang, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur dan Kabupaten Sampang, Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB), Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan selaku Kepala BPBD ex officio, Kalaksa BPBD Sampang, Tagana, serta PMI.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan menyampaikan, ketangguhan harus terus diperkuat melalui pelatihan agar masyarakat selalu siap apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Pelatihan peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mengukur ketangguhan desa dalam bentuk Penilaian Ketangguhan Desa (PKD).
"Datangnya bencana itu tidak bisa diprediksi. Maka dari itu, diperlukan ketangguhan kebencanaan yang nyata, terutama di tingkat desa. Meski di tengah keterbatasan anggaran, desa harus tangguh dan kapasitas harus dikuatkan, tidak boleh kendor," katanya, Senin (18/5/2025).
Sementara itu, Kalaksa BPBD Sampang Fajar Arif menyampaikan, upaya penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
"Harapan kami, peserta yang hadir dapat memahami risiko bencana di wilayah masing-masing serta mampu melakukan langkah pencegahan, mitigasi, dan penanganan awal secara mandiri," ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat sebagai pondasi utama dalam mengurangi dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Ketangguhan daerah dimulai dari ketangguhan masyarakatnya. Oleh sebab itu, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat harus terus diperkuat agar risiko bencana dapat diminimalisasi," terangnya.
Sementara itu, Sekjen FPRB Jawa Timur Sudarmanto menegaskan, prinsip ketangguhan bencana yang semula bertumpu pada pemerintah kini harus beralih kepada komunitas masyarakat. Sebab, saat terjadi bencana, warga menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.
Karena itu, masyarakat harus memahami dan memiliki kesiapan matang dalam menghadapi tiga fase krusial kebencanaan, yakni pra-bencana melalui pencegahan dan mitigasi, penyelamatan saat bencana, serta pascabencana dengan fokus pada proses pemulihan awal secara mandiri.
"Jika mengandalkan pemerintah, tentu membutuhkan waktu untuk koordinasi, persiapan, dan perjalanan ke lokasi. Namun, jika masyarakatnya sudah tangguh, penanganan darurat bisa langsung dilakukan secara mandiri pada detik-detik awal. Ini sangat krusial untuk mengurangi dan meminimalisasi risiko bencana sejak dini," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Empat Pejabat Baru Sumenep Dilantik, Bupati Fauzi Titip Sejumlah PR Penting
a day ago

Antre Pertalite Berjam-jam, Puluhan Pemotor Pilih Berteduh Akibat Cuaca Panas
a day ago

Hanya Dihadiri 16 Anggota, Paripurna DPRD Sampang Kembali Ditunda
2 days ago

Gara-gara Minta Uang, Pria di Sampang Diduga Pukul Ibu hingga Bakar Rumah
2 days ago

Nahas! Pickup Tabrak Fuso Saat Diduga Menyalip, Tangan Pengemudi di Sampang Putus
2 days ago

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bangkalan
2 days ago

Dapur Rumah Warga Kowel Terbakar, Api Merembet hingga Separuh Bangunan Rumah
3 days ago

Demo Kejari Sampang, Massa Desak Kasus BLUD RSMZ Segera Dituntaskan
3 days ago

Kecelakaan Dua Motor di Omben Sampang, Satu Pengendara Meninggal Dunia
4 days ago

Wagub Emil Tegaskan Tak Ada Keracunan MBG
4 days ago



