Senin, 18 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Jelang Iduladha, Lapak Hewan Kurban Bermunculan di Sumenep

Redaksi - Monday, 18 May 2026 | 07:11 AM

Background
Jelang Iduladha, Lapak Hewan Kurban Bermunculan di Sumenep
Seseorang dan kambing peliharaan nya ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Pengawasan hewan kurban di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih minim menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Padahal, lapak penjualan kambing kurban dadakan mulai bermunculan di sejumlah titik


Sedikitnya ada sekitar enam lapak penjualan kambing kurban yang berdiri di pinggir jalan Kecamatan Kota. Lapak tersebut mulai ramai didatangi warga yang mencari hewan kurban untuk Iduladha.


Namun, hingga H-9 Iduladha, para pedagang mengaku belum pernah didatangi petugas dari dinas terkait untuk pemeriksaan kesehatan hewan maupun pengecekan administrasi.




Roni, salah satu penjaga lapak hewan kurban di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, mengaku belum ada pemeriksaan dari Pemkab Sumenep sejak lapaknya dibuka.


"Belum pernah didatangi petugas sampai sekarang," kata Roni, Senin (18/5/2026).




Menurut dia, kemungkinan pemeriksaan memang belum dijadwalkan oleh dinas terkait. "Mungkin memang belum dijadwalkan," tambahnya.


Pantauan di lapangan, lapak hewan kurban dadakan tersebar di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sumenep. Hewan yang dijual didominasi kambing, meski beberapa pedagang juga mulai menjual sapi kurban


Aktivitas jual beli diperkirakan akan terus meningkat mendekati Hari Raya Iduladha. Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep, drh. Sulfa, mengatakan, pihaknya masih mempersiapkan surat kesehatan hewan untuk pemilik lapak kurban.




"Ini masih siapkan surat keswan untuk pemilik lapak," kata Sulfa.


Dia menyebut pemeriksaan lapangan belum dilakukan karena masih menunggu jadwal Kepala DKPP Sumenep yang sedang berada di luar kota. "Masih menunggu jadwal Pak Kadis. Hari ini Pak Kadis masih di luar kota," ujarnya. 




Umumnya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak jual. Pengawasan juga penting untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menyerang ternak di sejumlah daerah di Madura. (*)