Rabu, 25 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Rumah di Pulau Kangean Sumenep Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Redaksi - Wednesday, 25 March 2026 | 07:21 AM

Background
 Rumah di Pulau Kangean Sumenep Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Rumah hangus terbakar ( Istimewa/)


salsabilafm.com  - Sebuah rumah di Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hangus terbakar pada Selasa (24/3/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, dan sempat menggegerkan warga setempat. 


Api tiba-tiba membesar dan disertai suara ledakan, sebelum akhirnya melalap bangunan rumah beserta isinya. Akibatnya, pemilik rumah, Madawiya (42), mengalami luka bakar serius di bagian lengan kiri serta kedua kaki.




Saat ini, Madawiya sedang mendapat perawatan di Puskesmas Kangayan, sebelum dirujuk ke rumah sakit di Sumenep untuk penanganan lebih lanjut


Aparat desa setempat, Pongly, mengatakan, kebakaran diduga dipicu uap bensin yang tersulut api. Sebab, saat kejadian, korban diketahui sedang menyedot bensin di dalam rumah untuk dijual secara eceran.


"Sebelum kejadian juga sempat terdengar ledakan," sambung Pongly. 




Warga sekitar, menurut Pongly, sempat berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang cepat membesar, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.


Selain itu, keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah kepulauan menjadi kendala utama. Di Pulau Kangean, tidak tersedia mobil pemadam kebakaran maupun peralatan pemadam yang memadai, sehingga api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan.




Akibat kejadian ini, selain bangunan rumah, sejumlah barang berharga milik korban ikut hangus terbakar. Di antaranya sekitar 350 liter BBM jenis Pertalite, dua unit sepeda motor, serta perabotan rumah tangga. 


"Uang tabungan milik korban, sekitar Rp 14 juta, juga dilaporkan ikut terbakar. Total kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp50 juta," tambah dia.


Dalam kesempatan terpisah, Camat Kangayan Nurullah menyebut kebakaran dipicu kombinasi api dan uap bensin yang berada di dalam rumah.  Dia mengimbau masyarakat, khususnya penjual bahan bakar minyak eceran, agar lebih berhati-hati dalam menyimpan dan mengelola BBM. 




"Aktivitas pengisian atau penyimpanan bensin sebaiknya tidak dilakukan di dalam rumah," pesannya. (*)