Tangani KLB Campak, Pemkab Sumenep Libatkan Lintas Sektor
Redaksi - Sunday, 24 August 2025 | 12:09 PM


salsabilafm.com – Penanganan kejadian luar biasa (KLB) kasus campak yang telah menyebabkan 17 kematian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur melibatkan lintas sektor.
"Ini kami lakukan, agar langkah yang diambil bisa berjalan efektif, sehingga dalam penanganan kasus tersebut bisa tepat sasaran," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah di Sumenep, Sabtu, (23/8/2025), dilansir dari Antara.
Pihaknya tidak hanya menerjunkan tenaga medis untuk menangani kasus itu, akan tetapi juga melibatkan institusi lain di lingkungan Pemkab Sumenep.
Pendekatan kepada tokoh informal, tokoh ulama juga terus dilakukan untuk mendukung upaya mengatasi kasus yang telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa itu.
"Pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama ini kami lakukan, karena berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan, kasus campak ini mewabah, akibat lemahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam melakukan imunisasi campak," kata Ellya.
Selain itu, sambung dia, penanganan kasus campak dengan melibatkan lintas sektor itu, juga atas instruksi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Sumenep dan melihat secara langsung penanganan pasien campak di RSUD dr H Mohammad Anwar Sumenep.
Ellya menuturkan, pasien campak yang dirawat di rumah sakit itu sebanyak delapan orang. Dua di antaranya sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
Kasus campak di kabupaten paling timur di Pulau Madura, Jawa Timur ini terdata sebanyak 2.035 kasus dengan jumlah penderita meninggal dunia mencapai 17 orang, bertambah lima orang dari data sebelumnya.
Campak merupakan penyakit yang disebabkan virus campak dan menular melalui percikan ludah saat batuk atau bersin.
Penyakit ini memiliki laju reproduksi (R0) 1718, artinya satu kasus positif dapat menularkan ke 1718 orang lainnya.
Pemkab Sumenep telah menerjunkan tim khusus ke lima wilayah terdampak, dan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai jenis penyakit dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan menerapkan protokol kesehatan.
Pada 25 Agustus 2025 akan digelar vaksinasi campak rubella massal di berbagai fasilitas kesehatan di daratan dan kepulauan dengan sasaran 78.569 anak untuk mencegah penyebaran jenis penyakit itu.
"Vaksinasi masal ini akan sukses, apabila mendapat dukungan semua elemen masyarakat, termasuk para orang. Karena itu, penanganan lintas sektor kami terapkan untuk mensukseskan program ini," pungkas Ellya. (*)
Next News

Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
11 hours ago

Meski WFH, ASN Daratan dan Kepulauan di Sumenep Lakukan Kerja Bakti Serentak
11 hours ago

Tolak Wacana Pemilihan Lewat DPRD, Rektor UTM: Esensi Demokrasi Adalah Kedaulatan Rakyat
14 hours ago

Terinspirasi dari Literasi Pesantren, Miftahur Rozaq Launching Buku 'Di Balik Layar Demokrasi'
14 hours ago

Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Seorang Perawat Meninggal Dunia
15 hours ago

ASN WFH di Pamekasan Wajib On Call, 5 Menit Maksimal Respons Telepon
15 hours ago

Mobil Avanza di Bangkalan Tercebur ke Sungai
15 hours ago

Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia
15 hours ago

Harga Melonjak, Pemkab Sumenep Kaji Kemungkinan Bahan Pengganti Plastik
a day ago

Harga Plastik Naik, Pengusaha Tempe di Pamekasan Beralih ke Daun Pisang
a day ago





