Kamis, 2 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Kenali Gejala Awal Gagal Ginjal Sejak Dini, Begini Cara Pencegahannya

Syabilur Rosyad - Thursday, 02 April 2026 | 06:32 AM

Background
Kenali Gejala Awal Gagal Ginjal Sejak Dini, Begini Cara Pencegahannya
RSUD dr. Mohammad Zyn, Kamis (2/4/2026) (Rosyad/Salsa/)

salsabilafm.com – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ginjal masih tergolong rendah, terutama dalam mengenali gejala awal gagal ginjal yang kerap muncul tanpa tanda mencolok. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisi ginjalnya telah mengalami kerusakan serius saat harus menjalani hemodialisis atau cuci darah di rumah sakit. Padahal, penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi tersebut berkembang menjadi lebih parah.


Humas RSUD dr. Mohammad Zyn, Amin Jakfar Sadik, menjelaskan, gagal ginjal umumnya berkembang secara perlahan dan sering tidak disadari oleh penderitanya.


"Gejala awal sering dianggap sepele, sehingga pasien datang dalam kondisi sudah membutuhkan terapi cuci darah," ujarnya, Kamis (2/4/2026).




Amin menyebutkan, beberapa faktor risiko utama yang perlu diwaspadai antara lain hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit tersebut dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal secara bertahap jika tidak dikontrol dengan baik.


Selain itu, pola hidup tidak sehat juga berperan besar, seperti konsumsi makanan tinggi garam dan gula, kurang minum air putih, serta kebiasaan merokok.




Karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama tekanan darah dan kadar gula darah.


"Pemeriksaan berkala penting dilakukan sebagai langkah deteksi dini agar fungsi ginjal tetap terjaga," tuturnya.


Di sisi lain, perubahan gaya hidup juga menjadi kunci utama pencegahan. Mengatur pola makan seimbang, memperbanyak konsumsi air putih, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.




Adapun beberapa tanda awal gangguan ginjal yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, pembengkakan pada kaki atau wajah, mual, penurunan nafsu makan, hingga perubahan frekuensi buang air kecil.


Amin juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter, karena dapat memperberat kerja ginjal.




"Jika memiliki faktor risiko atau merasakan gejala, sebaiknya segera konsultasi ke dokter agar bisa ditangani lebih awal," pungkasnya. (Syad)