Rabu, 1 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Respons Isu Kenaikan BBM, Pemkab Sampang Godok Strategi Penghematan Energi

Ach. Mukrim - Thursday, 02 April 2026 | 12:35 AM

Background
Respons Isu Kenaikan BBM, Pemkab Sampang Godok Strategi Penghematan Energi
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan. (Mukrim /)

salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang (Pemkab) mulai merancang skema penghematan energi sebagai respons atas seruan penghematan energi nasional dan isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini diharapkan dapat menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah.


Sejumlah opsi, mulai dari pembatasan operasional kendaraan dinas hingga pemberlakuan kembali sistem Work From Anywhere (WFA), kini masuk dalam radar pertimbangan pemerintah daerah.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, mengatakan, pihaknya kini tengah mematangkan langkah strategis sembari menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat sebagai payung hukum.




"Terkait hemat energi yang menjadi atensi nasional, daerah masih menunggu (instruksi) dari pusat. Kami belum bisa berkomentar jauh, setidaknya saya sudah punya pemikiran langkah-langkah yang akan dilakukan nanti, apakah sesuai dengan rencana pusat," katanya, Rabu (1/4/2026)


Dia mengungkapkan, penghematan energi sebenarnya bukan hal baru di lingkungan pemkab. Namun, menyikapi atensi nasional terkait fluktuasi harga energi, pihaknya kini menyiapkan skema yang lebih sistematis.




"Untuk hemat energi listrik sudah kita lakukan sejak lama. Contoh saya pribadi, kalau tidak ada keperluan kantor, ya saya matikan AC-nya," ungkapnya.


Dia menjelaskan, terkait isu kenaikan harga BBM yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat pihaknya mengakui bahwa efisiensi bahan bakar menjadi tantangan tersendiri. Meski belum ada keputusan final, dia telah mengantongi skenario untuk menekan konsumsi BBM di lingkungan pemerintahan.


Skenario tersebut mencakup pembatasan operasional mobil dinas hingga pengurangan frekuensi perjalanan dinas yang dinilai berdampak signifikan pada anggaran daerah. Tak hanya itu, Pemkab Sampang juga melirik opsi mobilitas rendah emisi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).




"Mungkin saja nanti ada imbauan bagi yang rumahnya radius beberapa kilometer dari kantor diupayakan naik sepeda," jelasnya.


Dia memaparkan, salah satu poin krusial yang tengah dikaji adalah penerapan sistem WFA. Yuliadi menilai kecanggihan teknologi saat ini sangat memungkinkan ASN bekerja tanpa harus hadir fisik, yang secara otomatis akan memangkas penggunaan listrik dan fasilitas gedung secara massal.




"WFA ini juga menjadi pertimbangan. Kita lihat polanya, apakah nanti dikurangi separuh atau bagaimana. Jika satu bagian WFA, maka lampu di ruangan bisa mati, itu sangat mungkin diterapkan," jelasnya.


Di menegaskan, Pemkab Sampang tidak akan terburu-buru mengeluarkan kebijakan teknis sebelum instruksi dari pusat diterbitkan.


"Zamannya sudah canggih, jadi tidak repot. Tinggal teknisnya kita atur. Tapi kita tunggu regulasi pusat dulu, saya tidak berani seperti kota lain yang ber-statemen duluan," pungkasnya. (Mukrim)