Diskominfo Sampang Siapkan Surat Edaran dan Sosialisasi Aturan Pembatasan Akses Digital Anak di Bawah 16 Tahun
Ach. Mukrim - Tuesday, 31 March 2026 | 03:26 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) mulai 28 Maret 2026. Regulasi ini menitikberatkan pada pembatasan penggunaan akun digital bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sampang, Amrin Hidayat, menyampaikan, aturan ini bertujuan utama melindungi anak-anak dari berbagai ancaman di ruang digital, seperti konten kekerasan, pornografi, judi online, hingga praktik eksploitasi dan komersialisasi anak.
Kata Amrin, pihaknya telah mengikuti sosialisasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Saat ini, Diskominfo Sampang tengah menyusun rencana tindak lanjut implementasi kebijakan tersebut di tingkat daerah.
"Dalam waktu dekat kami akan menerbitkan surat edaran terkait PP TUNAS. Namun untuk aspek teknis, pelaksanaannya membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, tidak bisa dilakukan sendiri," katanya, Selasa (31/3/2026).
Dia mengungkapkan, sebagai langkah awal, pihaknya berencana menggelar sosialisasi secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial dan alat elektronik yang dimiliki pemerintah daerah. Selain itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan juga akan dilakukan, terutama melalui sekolah-sekolah dan Dinas Pendidikan.
"Kami akan menggandeng semua stakeholder yang memiliki akses langsung ke masyarakat, khususnya orang tua dan wali murid. Sekolah menjadi salah satu jalur utama dalam penyampaian informasi ini," ungkapnya.
Amrin menjelaskan, terkait pemblokiran konten atau akun yang melanggar merupakan kewenangan kementerian. Pemerintah daerah hanya berperan dalam pengawasan dan pendampingan implementasi kebijakan.
"Untuk pemblokiran itu kewenangannya di kementerian. Kami di daerah hanya mengawal dan mengikuti kebijakan yang sudah ditetapkan," jelasnya.
Dia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak. Oleh karena itu, sosialisasi akan difokuskan kepada wali murid sebagai pihak yang memiliki kontrol langsung terhadap aktivitas digital anak. Dia juga berencana menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK)
Kabupaten Sampang serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperkuat efektivitas sosialisasi di masyarakat.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TP-PKK dan Pemprov Jawa Timur. Ini penting agar upaya perlindungan anak di ruang digital bisa berjalan maksimal," katanya.
Selain itu, dalam kegiatan sosialisasi nantinya juga akan dibahas langkah penanganan bagi anak-anak yang sudah mengalami kecanduan gadget atau terdampak negatif dari penggunaan teknologi digital.
Saat ini, kata Amrin, sebagian besar pemerintah daerah lain juga masih dalam tahap persiapan implementasi PP TUNAS. Oleh karena itu, pihaknya juga akan mempelajari langkah-langkah yang dilakukan daerah lain sebagai bahan evaluasi.
"Kami akan melihat perkembangan di daerah lain, sambil tetap berkonsultasi dengan kementerian agar langkah yang diambil tepat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Bupati Sampang Kawal Usulan Strategis di Musrenbang Jatim 2027
12 hours ago

Gelar Pasar Murah, Pertamina Patra Niaga Bantu Kebutuhan Pangan Warga Bojonegoro
13 hours ago

Kemenhaj Bangkalan Pastikan Jamaah Calon Haji Aman Selama Ibadah
13 hours ago

Warga Pulau Mandangin Keluhkan Harga LPG 3 Kg Tembus Rp30 Ribu, Pemerintah Lakukan Investigasi
18 hours ago

Pelajar SMK Tersengat Listrik di Depan Sekolah, PLN Sebut Sumber dari PJU Ilegal
18 hours ago

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi
18 hours ago

Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
18 hours ago

Warga di Sampang Keluhkan Jalan Poros Desa Rusak Parah, Kades: DD Alami Pemangkasan
2 days ago

Pasca Ambruk, SDN Pangilen Terpaksa Lakukan KBM di Luar Kelas
2 days ago

Belasan CJH Sumenep Batal Berangkat Haji, Kondisi Kesehatan Jadi Faktor Utama
2 days ago




