Tabrak Pembatas Jalan, Pemotor dan Pembonceng di Pamekasan Meninggal Dunia
Redaksi - Friday, 27 March 2026 | 07:57 AM


salsabilafm.com - Dua warga Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meninggal dunia akibat menabrak pembatas jalan di Jalan Raya Desa Tagangser Daya, Kecamatan Pasean, Kamis (26/3/2026) siang.
Pengemudi sepeda motor Honda Vario nomor polisi M 4637 CT, Samsul Zainal (19) sempat dirawat di puskesmas. Sementara korban Halimatus Sa'diyah (18) yang membonceng, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Keduanya mengalami luka-luka di sekujur tubuh. Bahkan satu korban mengalami luka serius di bagian kepala.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pamekasan, Slamet Riyadi menyampaikan, penyebab meninggalnya dua korban akibat kecelakaan tunggal.
"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi di lapangan, sepeda motor korban menabrak pembatas jalan. Keduanya saudara sepupu," ungkapnya.
Diduga, kecepatan kendaraan cukup tinggi, sehingga korban tidak bisa menghindar dari pembatas jalan. Akibatnya, kedua korban mengalami patah tulang pergelangan tangan dan luka serius di bagian kepala.
Polisi memastikan tidak ada kendaraan lain yang terlibat. Keduanya mengalami musibah saat berboncengan dari rumahnya menuju Desa Tagangser.
"Satu korban meninggal di lokasi, satu korban sempat dilarikan ke rumah sakit," tutur dia.
Kecelakaan terjadi saat sepeda motor korban melaju dari arah utara ke selatan berboncengan. Nahas, di lokasi jalan menanjak korban kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan di kiri jalan.
Akibat kecepatan tinggi, keduanya terlempar dari kendaraan setelah mengalami benturan keras.
"Korban langsung dievaluasi oleh masyarakat setempat. Satu orang dinyatakan meninggal di lokasi," tuturnya.
Setelah dua korban dinyatakan meninggal langsung dibawa pulang keluarga ke rumah duka. Sementara polisi sudah melakukan olah TKP dan mengantongi keterangan sejumlah saksi.
"Barang bukti sudah kita amankan. Termasuk keterangan warga yang menegaskan tidak ada kendaraan lain yang terlibat," tuturnya.
Slamet Riyadi mengimbau agar masyarakat tetap hati-hati dalam berkendara. Termasuk menggunakan helm sebagai pelindung kepala.
"Saat melintasi jalur tanjakan, turunan, atau tikungan tajam harus hati-hati. Sehingga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain," pungkasnya. (*)
Next News

Omzet Penjual Bendera di Sampang Turun, Warga Lebih Memilih Beli Online
13 hours ago

Target Selesai Juni, Proyek Gedung Poltera Senilai Rp59 Miliar Baru Capai 85 Persen
13 hours ago

Peserta Lomba Gerak Jalan di Sampang Dibatasi untuk Pelajar, Kategori Umum Ditiadakan
13 hours ago

Koalisi Jurnalis dan Masyarakat Sipil Surabaya Kecam Pelabelan 'Londo Ireng' oleh Presiden Prabowo Subianto
15 hours ago

SPPG dan KDKMP di Sampang Belum Urus PBG, Dinas PUPR: Kami Sudah Surati Mereka
17 hours ago

PAD PBG Sampang Capai 83 Persen, Dinas PUPR Optimis Tembus Rp1 Miliar
17 hours ago

BPBD Sampang Selidiki Suara Gemuruh Air Misterius di Area Persawahan Warga
17 hours ago

BMKG Imbau Nelayan dan Operator Kapal Waspadai Angin Kencang di Perairan Sumenep
17 hours ago

Korban Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak
17 hours ago

4 Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan Meninggal Dunia, 218 Orang Selamat
18 hours ago





