Tingkat Pengangguran Terbuka di Sampang Hanya Turun 0,06 Persen, Ini Penyebabnya
Ach. Mukrim - Thursday, 26 March 2026 | 04:57 AM


salsabilafm.com - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sampang tercatat hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen dalam setahun terakhir. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat menilai banyaknya program dari pemerintah pusat yang masuk ke wilayah tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan secara makro terhadap penyerapan tenaga kerja.
Kepala Bidang Pelatihan dan Perindustrian Disnaker Sampang, Ervien Sujatmiko, mengungkapkan, meskipun intervensi pusat cukup masif, karakteristik lapangan kerja di Sampang masih sangat didominasi oleh sektor tradisional. Hal ini membuat serapan tenaga kerja dari program-program eksternal tidak terlihat nyata pada angka pengangguran daerah.
"Kalau dari segi makro, memang adanya program-program dari pusat itu seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak berpengaruh terhadap penurunan TPT," katanya, Kamis (26/7/2026).
Dia mengungkapkan, berdasarkan data serapan tenaga kerja tahun 2025, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama dengan menampung sebanyak 292.000 orang. Di urutan kedua, sektor jasa menyerap 188.000 tenaga kerja, sementara sektor industri berada di posisi ketiga dengan kontribusi sebanyak 72.000 tenaga kerja.
Menurutnya, jika pemerintah ingin menurunkan angka pengangguran secara efektif, intervensi harus difokuskan pada sektor yang paling banyak digeluti masyarakat, yakni pertanian.
"Karakteristik di Sampang, sektor pekerjaan yang paling dominan dalam menyerap tenaga kerja masih sektor pertanian. Jadi, intervensi pemerintah ke sektor itulah yang sebenarnya akan berpengaruh terhadap menurunnya TPT," jelasnya.
Lebih lanjut, Ervien memaparkan data perbandingan tahunan yang menunjukkan progres yang lambat. Pada tahun 2024, angka TPT di Sampang berada di level 2,5 persen. Namun, pada tahun 2025, angka tersebut hanya turun menjadi 2,44 persen.
"Tahun 2024 TPT Sampang 2,5 persen, dan turun menjadi 2,44 persen pada tahun 2025. Angka penurunan 0,06 persen itu terbilang masih sangat kecil," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
15 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
15 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
17 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
17 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
17 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
17 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
17 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
3 days ago




